Trump Mulai Frustrasi? AS Gelar Sayembara Berhadiah Rp169 Miliar untuk Informasi Keberadaan Mojtaba Khamenei

harianfajar
5 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan mulai frustrasi karena gagal membunuh Mojtaba Khamenei. Kini, pemerintah AS menggelar sayembara berhadiah Rp169 miliar untuk informasi keberadaan pemimpin tertinggi Iran tersebut.

Sasaran utama dari sayembara ini adalah Mojtaba Khamenei serta beberapa jajaran pimpinan tinggi Iran lainnya. Pengumuman ini disampaikan secara terbuka melalui berbagai kanal media sosial resmi pemerintah Amerika Serikat.

Dikutip dari CNN, Sabtu (14/3/2026), AS mengklaim langkah ini diperlukan untuk mengungkap jaringan yang dianggap mendalangi berbagai aksi terorisme global. Selain uang tunai, pemberi informasi juga dijanjikan bantuan relokasi keamanan oleh pihak Amerika.

Selain Mojtaba Khamenei, Amerika Serikat juga memburu informasi mengenai sejumlah pejabat penting lainnya di pemerintahan Iran. Daftar tersebut mencakup nama-nama besar seperti Ali Asghar Hejazi, Ali Larijani, hingga Menteri Intelijen Esmail Khatib.

AS juga secara khusus menargetkan empat pejabat Garda Revolusi Iran (IRGC) yang identitasnya masih dirahasiakan. Washington menuduh para petinggi ini berperan aktif dalam mengarahkan kebijakan luar negeri Iran yang dianggap mengancam stabilitas.

Kelompok IRGC sendiri dituduh memiliki kendali besar terhadap ekonomi serta politik domestik Iran sejak tahun 1979.

Balasan Milisi Irak Terhadap Aset AS

Menanggapi langkah Amerika, milisi di Irak yang terafiliasi dengan Iran pun meluncurkan aksi balasan serupa. Kelompok milisi tersebut dikabarkan menawarkan hadiah bagi informasi terkait perwira militer atau agen intelijen Amerika Serikat.

Imbalan yang dijanjikan mencapai angka 150 juta dinar Irak atau setara dengan Rp1,9 miliar bagi pemberi info. Meskipun nama kelompok milisi tersebut tidak diungkapkan secara spesifik, ancaman ini menandai eskalasi konflik yang semakin tajam.

Aksi saling buru ini mencerminkan situasi keamanan yang memanas di berbagai wilayah Timur Tengah.

Eskalasi Konflik dan Upaya Destabilisasi

Strategi yang diterapkan Amerika Serikat kini mencakup upaya melemahkan struktur kepemimpinan Iran melalui tekanan finansial. Di sisi lain, kelompok perlawanan Islam di Irak tampak semakin berani menantang kehadiran pasukan Amerika di wilayah mereka.

Fenomena saling tawar harga kepala ini menjadi bukti nyata semakin lebarnya jurang permusuhan antara kedua belah pihak. Situasi ini tentu menimbulkan kekhawatiran global akan potensi perang terbuka yang lebih besar.

Dunia internasional kini menanti langkah selanjutnya dari kedua pihak yang terlibat dalam konfrontasi geopolitik ini. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konsumen Apartemen Menang Gugatan, Trans Park Cibubur Dihukum Kembalikan Uang
• 8 jam laludisway.id
thumb
8.716 Kasus Campak Terdata di Awal 2026, Pemerintah Gencarkan Imunisasi
• 8 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tren Busana Lebaran 2026 Hadirkan Warna Hangat dan Potongan Nyaman untuk Silaturahim
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Presiden, Wapres hingga Menteri Kabinet Berzakat melalui Baznas, Terkumpul Rp3,8 Miliar
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Ajang Silaturahmi Bersama Bupati-DPRD Pinrang, KPMP Gelar Buka Puasa Bersama
• 14 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.