Kementerian P2MI siapkan layanan mudik Lebaran untuk pekerja migran

antaranews.com
4 jam lalu
Cover Berita
Tangerang (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menyiapkan sejumlah layanan untuk menyambut kepulangan pekerja migran melalui bandara hingga perbatasan pada periode mudik Lebaran 2026.

"Teman-teman pelayanan kita di lounge bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas sudah kami siagakan. Ini arahan langsung dari Pak Menteri P2MI agar pelayanan kepada pekerja migran yang pulang ke tanah air dapat berjalan optimal," kata Direktur Layanan Pengaduan, Mediasi, dan Advokasi pada Pemberi Kerja Berbadan Hukum KP2MI Mangiring Hasoloan Sinaga di Tangerang, Sabtu

Ia mengatakan petugas telah disiagakan di sejumlah lokasi strategis, seperti halte layanan pekerja migran Indonesia, lounge pekerja migran di bandara, pelabuhan internasional, hingga pos lintas batas negara.

Menurutnya, petugas di lapangan akan membantu berbagai kebutuhan pekerja migran yang baru tiba, mulai dari proses kepulangan hingga penanganan jika terjadi kendala selama perjalanan.

"Kita sudah menyiapkan petugas dari 23 BP3MI di seluruh Indonesia. Mereka standby memberikan pelayanan, termasuk jika ada pekerja migran yang mengalami kerugian atau kendala dalam perjalanan," ujarnya.

Mengenai jumlah pekerja migran yang diperkirakan pulang saat musim mudik tahun ini belum terdapat angka prediksi resmi. Perkiraan tersebut biasanya dihimpun oleh Direktorat Pemulangan.

Meski begitu, ia menyebut jumlah pekerja migran yang pulang berpotensi meningkat dibanding tahun sebelumnya. Pada periode mudik Lebaran tahun lalu tercatat sekitar 14 ribu pekerja migran kembali ke Indonesia.

"Dengan dinamika yang terjadi di Timur Tengah, kemungkinan lonjakan jumlah pekerja migran yang pulang bisa saja terjadi," ujarnya.

Mangiring menjelaskan bahwa selama ini mayoritas pekerja migran yang pulang saat mudik berasal dari negara-negara dengan penempatan besar pekerja migran Indonesia.

Terkait kabar penutupan ruang udara di kawasan Timur Tengah, Mangiring memastikan hingga saat ini belum ada laporan pekerja migran yang tertahan.

"Laporan dari kementerian terkait sementara tidak ada pekerja migran yang tertahan. Bahkan kemarin ada dua penerbangan dari Ankara yang membawa pekerja migran terdampak dan semuanya sudah difasilitasi kepulangannya," kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Turun Rp 24.000, Jadi Rp 2.997.000 per Gram
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Arus Mudik Lebaran 2026, Wakapolri: Tol Cikampek Hingga Ngawi Sangat Lancar
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Pulang Kerja Sadap Karet, Pasutri Meninggal Kecelakaan
• 7 jam lalurealita.co
thumb
Menkum Bicara Posbankum: Kepala Desa-Lurah Jadi Peacemaker, Dilatih MA
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Pelaku Usaha yang Bandel Tetap Operasikan Truk Logistik ODOL Bakal Ditilang
• 8 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.