Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB, tapi Aktivis KontraS Disiram Air Keras

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Komisioner Komnas Perempuan Sondang Frishka menyoroti paradoks yang terjadi ketika Indonesia menjabat sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam saat bersamaan, aktivis HAM, Andrie Yunus, dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), justru mengalami kekerasan berupa penyiraman air keras.

Sondang menekankan, posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB membawa tanggung jawab besar untuk memastikan negara anggota PBB mematuhi prinsip-prinsip HAM, termasuk menindak tegas pelanggaran HAM yang terjadi di dalam negeri.

Baca juga: Komnas Perempuan: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Ancaman bagi Pekerja HAM

“Kewajiban itu terutama harus dibuktikan dengan menyelesaikan pelanggaran HAM yang terjadi di dalam negeri dan dalam hal ini kasus penyerangan berupa penganiayaan fisik terhadap salah seorang pembela HAM di Indonesia,” kata Sondang dalam keterangannya, Sabtu (14/3/2026).

Anggota Komnas HAM Sri Agustini menambahkan, negara wajib memberikan perlindungan kepada korban dan saksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

"Secara internasional Indonesia juga terikat pada prinsip-prinsip yang tertuang dalam Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Pembela Hak Asasi Manusia (UN Declaration on Human Rights Defenders) Tahun 1998 yang menjamin hak setiap orang untuk memperjuangkan dan melindungi HAM tanpa ancaman dan kekerasan,” ucap Sri.

Peristiwa penyiraman air keras itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.

Kegiatan perekaman selesai sekitar pukul 23.00 WIB, sebelum Andrie diserang di Jalan Salemba I, Tamang, Jakarta Pusat.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Komnas HAM Minta Polisi Transparan Tangani Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar sebesar 24 persen pada tubuhnya. Saat ini, ia dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk menjalani operasi mata yang terkena air keras serta perawatan luka bakar di tubuhnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jasa Marga: 285.000 Kendaraan Sudah Keluar Jakarta di Hari Pertama Operasi Ketupat 2026
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mudik 2026: Hingga 14 Maret Dini Hari 285 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jakarta
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Danantara Tunjuk Mitra Operator PSEL di Bogor Raya
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Lengkap Pemenang Cahaya Hati Awards 2026, dari Kepala Daerah hingga Tokoh Inspiratif
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Vivo Daftarkan Dua HP Midrange T5 Series Untuk Pasar Indonesia
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.