EtIndonesia. Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengatakan dalam sebuah wawancara media pada 12 Maret bahwa setelah Amerika Serikat menguasai wilayah udara Iran, Angkatan Laut AS kemungkinan akan bekerja sama dengan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
Ia menambahkan bahwa saat ini kapal tanker minyak masih terus melintasi selat tersebut, termasuk kapal tanker milik Iran dan beberapa tanker yang mengibarkan bendera Tiongkok. Karena itu, ia menilai Iran kemungkinan belum menanam ranjau laut di selat hormuz.
Rencana Pengawalan KapalMenurut laporan Reuters, Scott Bessent mengatakan: “Saya pikir begitu secara militer memungkinkan, Angkatan Laut Amerika Serikat mungkin akan bekerja sama dengan koalisi internasional untuk mengawal kapal-kapal.”
Ia menjelaskan bahwa rencana pengawalan tersebut akan segera dimulai setelah:
- Amerika Serikat sepenuhnya menguasai ruang udara, dan
- kemampuan Iran untuk membangun kembali sistem rudalnya benar-benar dilemahkan.
Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) telah memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat dan Israel tidak menghentikan serangan, Iran akan memblokir ekspor minyak dari Teluk Persia. Ancaman ini meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi global.
Namun Bessent mengatakan: “Faktanya, saat ini masih ada kapal tanker yang melewati selat tersebut, termasuk tanker Iran. Saya juga percaya ada beberapa tanker yang mengibarkan bendera Tiongkok. Jadi kami tahu mereka belum menanam ranjau di selat itu.”
Laporan/Editor NTD Asia Pasifik: Lu Yongxin





