WASHINGTON, KOMPAS.TV - Amerika Serikat (AS) dilaporkan mengirimkan ribuan marinir serta setidaknya satu kapal serbu amfibi ke Timur Tengah. Langkah ini disebut menjadi penambahan signifikan bagi pasukan AS di Timur Tengah.
Associated Press melaporkan, Sabtu (14/3/2026), berdasarkan keterangan seorang pejabat AS yang berbicara dalam kondisi anonim, Washington mengerahkan sekitar 2.500 personel dari Unit Ekspedisi Marinir ke-31. Kapal amfibi USS Tripoli juga diperintahkan ke Timur Tengah.
Unit Ekspedisi Marinir sendiri diketahui dilengkapi dengan kapasitas pendaratan amfibi. Unit ini juga dilatih dengan spesialisasi mengamankan kedutaan, mengevakuasi warga sipil, serta bantuan pascabencana.
Sebelum diterjunkan ke Timur Tengah, unit tersebut dan USS Tripoli bertugas di Jepang. Menurut foto terkini yang dirilis militer AS, unit tersebut berada di perairan Samudra Pasifik beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Antisipasi Dampak Perang, Pemerintah Malaysia Kaji Penerapan WFH untuk ASN
Penerjunan ke Timur Tengah membuat marinir AS dan USS Tripoli hanya berjarak kurang dari satu pekan pelayaran ke Iran. Namun, penerjunan ini disebut bukan berarti mengindikasikan operasi darat ke Iran dalam waktu dekat.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengancam Iran jika tidak segera membuka Selat Hormuz. Trump mengancam akan menargetkan fasilitas perminyakan di Iran.
Otoritas Iran melaporkan perang AS-Israel di negara itu telah membunuh lebih dari 1.300 orang sejak 28 Februari 2026.
Sementara itu, Israel melaporkan terdapat 12 orang terbunuh dalam serangan balasan Iran. Sedangkan personel AS di Timur Tengah yang tewas dilaporkan sejumlah 13 orang.
Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan Israel ke negara itu telah membunuh 773 orang per Jumat (13/3/2026), termasuk lebih dari 100 anak-anak.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- perang iran
- serangan darat as
- amerika serikat
- kapal amfibi as
- as kerahkan marinir





