Perusahaan Alat Medis AS Diserang Hacker, Perangkat Karyawan Tiba-tiba Dinonaktifkan

erabaru.net
7 jam lalu
Cover Berita

Laporan The Wall Street Journal pada Rabu (11 Maret) menyebutkan perusahaan perangkat medis Stryker Corporation mengalami serangan siber besar, yang menyebabkan ponsel dan laptop milik karyawan tiba-tiba tidak dapat digunakan. Para peretas mengklaim bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai balasan untuk Iran.

EtIndonesia. Tak lama setelah tengah malam waktu Pantai Timur Amerika Serikat, para karyawan Stryker menemukan bahwa perangkat seperti ponsel dan laptop yang menjalankan sistem operasi Microsoft Windows telah dihapus datanya (di-reset).

Dalam pemberitahuan kepada karyawan, perusahaan menyarankan agar tidak mengklik tautan mencurigakan, dan mendesak karyawan untuk segera menghapus aplikasi Mobile Device Management (MDM) serta pengaturan akun kerja dari ponsel mereka.

Pemberitahuan tersebut menyatakan:  “Masalah ini berskala luas dan secara serius mempengaruhi kemampuan pengguna untuk mengakses sistem dan layanan.”

Perusahaan mengatakan penyebab utama insiden tersebut belum dipastikan, dan saat ini sedang bekerja sama secara aktif dengan Microsoft untuk melakukan penyelidikan.

Laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber internal serta unggahan media sosial menunjukkan bahwa logo “Handala” muncul di halaman login perusahaan.

Handala diketahui sebagai kelompok peretas pro-Palestina yang menurut sejumlah perusahaan intelijen ancaman siber diduga memiliki hubungan dengan Iran.

Kelompok tersebut menyatakan di kanal Telegram mereka bahwa serangan ini merupakan aksi balasan atas serangan terhadap sebuah sekolah dasar di Iran.

Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa serangan tersebut menewaskan lebih dari 160 anak. Saat ini United States Department of Defense (Pentagon) sedang melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Laporan itu menyebutkan bahwa jika Iran benar-benar melancarkan serangan siber terhadap perusahaan besar Amerika, hal tersebut dapat menandakan eskalasi baru dalam konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Sebelumnya, Iran telah:

Namun serangan siber terhadap Stryker Corporation menunjukkan bahwa konflik tersebut kini meluas ke ruang siber, yang memicu kekhawatiran bahwa serangan digital serupa dapat meningkat di masa depan.

Pejabat keamanan nasional Amerika Serikat, baik yang masih menjabat maupun yang sudah pensiun, telah lama memperingatkan bahwa Iran kemungkinan akan merespons serangan militer melalui operasi siber yang merusak atau mengganggu, dengan perusahaan-perusahaan Amerika sebagai target potensial.

CEO perusahaan intelijen ancaman siber Flashpoint, Josh Lefkowitz, mengatakan bahwa serangan terhadap Stryker mencerminkan tren yang mengkhawatirkan.

“Alih-alih langsung menyerang rumah sakit atau fasilitas medis garis depan, pihak penyerang lebih mungkin menargetkan pemasok penting dan perusahaan logistik. Karena jika bagian ini terganggu, dampaknya bisa menyebar secara berantai ke seluruh sistem kesehatan,” katanya. (Hui)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Duel Panas Borneo FC vs Persib, Nadeo Sebut Mentalitas Pemain Jadi Penentu
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Pemerintah Dorong Inovasi Teknologi dalam Produksi Film Nasional
• 21 jam lalutvrinews.com
thumb
Korea Utara Tembak 10 Rudal Balistik Saat AS-Korsel Latihan Militer
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Meresahkan, Begal yang Ditangkap Warga Langsung Dihajar Ramai-Ramai
• 19 jam lalurealita.co
thumb
Wakil Bupati Hendri Praja Ditunjuk Jadi Plt Bupati Rejang Lebong Usai Bupati Nonaktif Terjaring OTT KPK
• 2 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.