10 Titik Rawan Macet di Jalur Pantura Cirebon saat Arus Mudik Lebaran

bisnis.com
4 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, CIREBON- Pemerintah Kabupaten Cirebon memetakan sepuluh titik rawan kemacetan di sepanjang jalur Pantai Utara (Pantura) menjelang arus mudik Lebaran.

Titik-titik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas karena tingginya aktivitas ekonomi, persimpangan strategis, hingga akses menuju kawasan wisata dan jalan tol.

Bupati Cirebon Imron Rosyadi mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi pemerintah daerah untuk memastikan kelancaran arus mudik, khususnya di wilayah Kabupaten Cirebon yang menjadi jalur utama penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Menurut Imron, jalur Pantura di Kabupaten Cirebon selalu mengalami peningkatan volume kendaraan saat musim mudik. Karena itu, identifikasi titik rawan kemacetan menjadi bagian penting dari strategi pengendalian lalu lintas selama periode Lebaran.

“Pemerintah daerah sudah melakukan pemetaan terhadap sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan. Dengan identifikasi ini, kami dapat menyiapkan langkah antisipasi agar arus mudik tetap lancar,” kata Imron, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah titik tersebut didominasi kawasan pasar tradisional dan simpang jalan utama yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.

Baca Juga

  • 3.000 Peserta Mudik Gratis 2026 Diberangkatkan dari Terminal Leuwipanjang
  • Kapolri Kerahkan 161.000 Personel untuk Amankan Mudik Lebaran 2026
  • Garut Bersiap Terima 3 Juta Pemudik, Jalan dan Cuaca Jadi Ujian

Salah satu titik yang masuk dalam daftar adalah Pasar Tegalgubug. Kawasan pasar ini dikenal sebagai pusat perdagangan pakaian dan tekstil terbesar di wilayah Cirebon dan sekitarnya. 

Aktivitas perdagangan yang ramai, terutama pada hari-hari tertentu menjelang hari raya, kerap menyebabkan kendaraan parkir di bahu jalan sehingga memicu kemacetan.

Titik lain yang juga menjadi perhatian adalah kawasan Tegalkarang. Wilayah ini merupakan jalur penghubung antara beberapa kecamatan di Kabupaten Cirebon. Pada jam-jam sibuk, arus kendaraan dari berbagai arah sering kali bertemu di kawasan tersebut sehingga menimbulkan kepadatan lalu lintas.

Pasar Pasalaran juga masuk dalam daftar titik rawan kemacetan. Pasar tradisional ini menjadi pusat perdagangan hasil bumi dan kebutuhan pokok masyarakat. Aktivitas bongkar muat barang oleh pedagang maupun kendaraan logistik sering kali mengganggu kelancaran arus kendaraan yang melintas di jalur tersebut.

Selain itu, Pasar Kue Plered menjadi titik yang juga perlu mendapat perhatian khusus. Kawasan ini dikenal sebagai sentra jajanan tradisional yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama menjelang Lebaran. Lonjakan pengunjung biasanya berdampak pada meningkatnya jumlah kendaraan yang berhenti di sekitar pasar.

Pusat Wisata Kuliner Tengah Tani juga termasuk dalam daftar lokasi rawan kepadatan lalu lintas. Kawasan ini menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di Cirebon sehingga kerap dipadati kendaraan, terutama pada akhir pekan maupun menjelang hari raya.

Sementara itu, Simpang Kedawung merupakan persimpangan strategis yang menghubungkan jalur Pantura dengan akses menuju pusat Kota Cirebon. Persimpangan ini sering mengalami penumpukan kendaraan karena menjadi pertemuan arus lalu lintas dari beberapa arah.

Titik berikutnya adalah Pertigaan Ciperna. Lokasi ini menjadi jalur penghubung menuju sejumlah kawasan industri dan destinasi wisata di wilayah selatan Cirebon. Tingginya mobilitas kendaraan pribadi maupun kendaraan logistik membuat kawasan tersebut kerap mengalami kepadatan.

Interchange Kanci juga menjadi salah satu titik penting yang dipetakan pemerintah daerah. Simpang susun ini menghubungkan jalan tol dengan jalur arteri Pantura sehingga menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari dua jalur utama.

Selain itu, Pasar Gebang turut masuk dalam daftar lokasi yang perlu mendapat pengawasan khusus. Aktivitas perdagangan di pasar tersebut sering kali menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama saat pagi hari.

Adapun, titik terakhir adalah Pertigaan Losari yang berada di wilayah perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Lokasi ini menjadi pintu masuk kendaraan lintas provinsi sehingga volume kendaraan yang melintas relatif tinggi.

Imron menjelaskan, pemetaan tersebut dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan serta laporan masyarakat mengenai titik-titik yang kerap mengalami kemacetan maupun potensi kecelakaan lalu lintas.

Selain melakukan pemetaan, pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah langkah penanganan. Salah satunya adalah memperbaiki penerangan jalan umum (PJU) di sepanjang jalur Pantura. 

Saat ini, tercatat terdapat ratusan titik lampu jalan yang sebelumnya tidak berfungsi dan sedang dalam proses perbaikan.

"Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui. Perbaikan jalan berlubang serta pengawasan terhadap proyek infrastruktur yang berpotensi mengganggu lalu lintas menjadi bagian dari upaya tersebut," ujar Imron.

Imron juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi aturan lalu lintas selama perjalanan mudik. Ia menekankan, keselamatan di jalan tidak hanya bergantung pada kesiapan infrastruktur, tetapi juga kedisiplinan para pengguna jalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhati-hati saat berkendara, mematuhi rambu lalu lintas, dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik. Dengan kerja sama semua pihak, arus mudik di Kabupaten Cirebon diharapkan dapat berjalan aman dan lancar,” ujar Imron.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PRIMA kutuk dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi III DPR Minta Penyiram Air Keras Aktivis KontraS Harus Segera Ditangkap
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Menpora Erick Thohir Apresiasi Pembinaan Golf CGF
• 16 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara
• 13 jam lalusuara.com
thumb
Kakorlantas Pantau Masih Ada Kendaraan Over Dimensi, Ingatkan Ada Sanksi
• 20 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.