Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi di 2025 AS Direvisi, Bisa Tak Capai 1%

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, CNBC Indonesia - Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan mengalami perlambatan pada kuartal IV-2025, sementara inflasi inti meningkat di awal tahun 2026. Hal ini berdasarkan laporan Departemen Perdagangan pada hari Jumat kemarin (13/3/2026).

Dikutip dari CNBC Internasional, produk domestik bruto (PDB), diperkirakan hanya sebesar 0,7% pada kuartal keempat, menurut Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS (BEA).


Adapun, revisi pertama dari angka PDB merupakan penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,4% dan jauh di bawah perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 1,5%.

Baca: Jejak Perang Paling Lama & Brutal Sepanjang Sejarah Dunia

Hal ini juga menandai perlambatan yang cukup besar dari kenaikan 4,4% pada periode sebelumnya, yang terhambat oleh penutupan pemerintah yang berlangsung sangat lama yang menyebabkan pengeluaran pemerintah anjlok 16,7%.

Untuk sepanjang tahun, PDB AS mencatatkan peningkatan 2,1%, atau sepersepuluh poin persentase lebih rendah dari angka sebelumnya. Pada tahun 2024, perekonomian AS tercatat masih tumbuh dengan laju 2,8%.

Menurut BEA, revisi pertumbuhan ekonomi ke bawah tersebut disebabkan oleh penyesuaian dalam pengeluaran konsumen dan pemerintah serta ekspor. Penurunan impor, yang secara teknis mengurangi PDB, juga lebih kecil dari perkiraan sebelumnya.

Baca: Mata Uang Asia: Rupiah Keok-Ringgit Malaysia Kuat Lawan Dolar AS

Pengeluaran konsumen naik 2% untuk kuartal tersebut, setelah revisi ke bawah sebesar 0,4 poin persentase yang mewakili penurunan dari kenaikan 3,5% pada kuartal ketiga. Kontribusi terbesar untuk revisi ke bawah berasal dari sektor jasa, khususnya pengeluaran perawatan kesehatan, menurut rilis tersebut.

Di sisi inflasi, angka untuk bulan Januari sebagian besar sesuai dengan perkiraan, meskipun menunjukkan kenaikan harga jauh di atas yang diinginkan Federal Reserve.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi, alat peramalan utama Fed untuk inflasi, mencatat kenaikan yang disesuaikan secara musiman sebesar 0,3% untuk bulan tersebut, menempatkan tingkat tahunan pada 2,8%. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan angka masing-masing sebesar 0,3% dan 2,9%.


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Sesuai Estimasi, Inflasi AS Naik 2,4% (YoY) di Februari 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Diduga Oknum Kades Balangan Live TikTok Sambil Mesum dengan Wanita, Netizen: Pecat Lah Pecat!
• 7 jam laludisway.id
thumb
Pasokan Listrik DKI Jakarta Dipastikan Aman Selama Lebaran
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan Sabtu 14 Maret 2026 di Wilayah Jakarta
• 19 jam laluviva.co.id
thumb
Eca Aura Ungkap Alasan Rayakan Ulang Tahun di Yayasan, Bukan Lagi Pesta Besar
• 23 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.