Menteri Pigai Akan Gelar Kelas HAM untuk Jurnalis & Lomba Karya Tulis

detik.com
18 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Media massa dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat pembangunan peradaban Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Selain sebagai penyebar informasi yang edukatif, pers juga dipandang berperan dalam pengawasan publik serta mendorong kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai HAM.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan media dalam membangun kesadaran publik sekaligus memperkuat praktik demokrasi di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri HAM Natalius Pigai saat memberikan paparan dalam acara 'Kick Off dan Launching Program Media Pers dan Pembangunan Peradaban Hak Asasi Manusia di Indonesia'.

"Tanpa melibatkan komunitas media, komunitas pers, itu susah. Bagaimanapun pers adalah salah satu kekuatan terbesar yang mampu membangun peradaban pembangunan hak asasi manusia di negara kita, Republik Indonesia. Jadi pers adalah pilar penting pembangunan peradaban HAM," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).

Ia menilai media memiliki peran penting dalam mengampanyekan pembangunan HAM di berbagai sektor, mulai dari bidang sipil dan politik hingga ekonomi, sosial, dan budaya.

"Media harus bisa mengampanyekan hal-hal positif tentang pembangunan nasional, terutama pembangunan hak asasi manusia di bidang sipil dan politik, di bidang ekonomi, sosial, dan budaya," sambungnya.

Pigai menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan media diharapkan dapat membuka ruang dialog yang konstruktif sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam upaya pemajuan HAM. Kerja sama serupa juga diharapkan dapat dilakukan oleh kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk memperluas keterlibatan media dalam pembangunan peradaban yang menghormati HAM.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian HAM menyiapkan sejumlah program nasional yang menyasar kalangan jurnalis. Program tersebut meliputi kelas pendidikan HAM hingga kompetisi dan anugerah karya jurnalistik bertema hak asasi manusia.

Program tersebut, menurut Pigai, bertujuan untuk memperkuat peran pers dalam mendorong pembangunan peradaban HAM di Indonesia.

"Kami akan mengadakan Kelas HAM untuk Jurnalis. Jadi semua jurnalis di Indonesia akan bisa kita buka kelas khusus untuk jurnalis, minimal ilmu pengetahuan," jelasnya.

Lebih lanjut, Pigai menerangkan bahwa Kementerian HAM juga berencana untuk menggelar kompetisi karya jurnalistik yang mengangkat isu-isu hak asasi manusia. Karya yang menyoroti persoalan HAM hingga upaya menghadirkan keadilan akan menjadi bahan penilaian dalam kompetisi tersebut.

"Jadi karya wartawan yang memuat tentang hak asasi manusia, mengungkap fakta penderitaan, rintihan, orang yang menghadirkan keadilan dan lain-lain itu akan dijadikan penilaian dan akan ada penghargaan untuk itu," katanya.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengakui bahwa hubungan pemerintah dan media kerap dipersepsikan berjarak. Namun menurutnya, keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan demokrasi.

"Kami ingin menyampaikan bahwa pemerintah memiliki hati untuk pers. Hubungan kita adalah simbiosis interdependensi, saling menjaga independensi tetapi juga berkolaborasi," tuturnya.

Bahkan, Pigai mengingatkan, pembangunan peradaban HAM tidak mungkin berjalan efektif tanpa dukungan komunitas media dan pers yang memiliki pengaruh besar dalam membentuk kesadaran publik.

Senada, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menjelaskan bahwa Komnas HAM pernah menempatkan media massa sebagai bagian dari pembela HAM.

"Komnas HAM pernah mengeluarkan pernyataan bahwa jurnalis adalah juga human right defender. Maknanya, wartawan adalah juga pembela HAM," terang Nezar.

Ia menilai peran tersebut tidak lepas dari tugas jurnalis yang melaporkan berbagai peristiwa pelanggaran HAM sekaligus mengawasi jalannya kekuasaan.

"Pers juga dinilai mendorong advokasi dan pembelaan bagi masyarakat yang menjadi korban pelanggaran HAM," pungkasnya.

Sebagai informasi, acara yang digelar pada Rabu (11/3) ini turut dihadiri oleh Tokoh Hak Asasi Manusia Jimly Asshidiqie, para aktivis Hak Asasi Manusia, Ketua Komisi XIII Willy Aditya, Wakil Ketua Dewan Pers dan para pimpinan media massa.




(ega/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Benjamin Netanyahu Sudah Berhari-hari Tidak Tampil di Publik, Tewas Dihantam Rudal Iran?
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Bupati Puncak Mulai Pembangunan Perkantoran Terpadu di Gome, Tonggak Kemajuan Daerah
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Tak Hanya Tiket Murah, DPR Minta Pemerintah Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Lebaran
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Buron 4 Tahun DPO Pengrusakan Hutan Ditangkap
• 11 jam lalutvrinews.com
thumb
Freya JKT48 Batal Diperiksa, Begini Penjelasan Polisi
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.