SEBANYAK 425 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) beroperasi di Kabupaten Garut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyoroti bahwa pogram strategis nasional itu harus memberikan dampak nyata, tidak hanya kesehatan anak tapi penyerapan tenaga kerja dan ekonomi lokal.
Dia mengatakan, program makan bergizi gratis (MBG) di Garut secara signifikan memperbaiki status gizi generasi muda.
Baca juga : BGN Stop Sementara Operasional SPPG Pamekasan Pademawu usai Temuan Lele Mentah
"Kami meyakini kehadiran 425 SPPG akan secara signifikan memperbaiki status gizi bagi generasi muda dan mengoptimalkan program MBG. Kehadiran program ini seharusnya juga mampu mengoptimalisasi rantai pasok lokal supaya ada dampak ekonomi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Menyoroti adanya keluhan bahwa pemenuhan bahan baku SPPG masih mengandalkan pemasok dari luar wilayah, bukan dari petani atau pedagang setempat, dia mengaku harus ada perbaikan di masa depan.
"Menurut saya opersional SPPG belum begitu baik. Masih banyak keluhan SPPG mengambil bahan baku bukan dari masyarakat sekitar, tapi mengandalkan dari ditempat lain. Saya paham ada pertimbangan efisiensi, lebih mudah mengambil dari tempat lain tetapi ini harus segera ditangani jangan sampai dibiarkan karena nanti bisa berdampak kemudian hari," tegasnya.
Baca juga : BGN Hentikan Sementara Operasional 1.512 SPPG di Pulau Jawa
Menurut Abdusy, Pemerintah Kabupaten Garut akan mengambil langkah strategis untuk mengatur rantai pasok agar SPPG wajib memprioritaskan komoditas lokal. Tujuannya agar perputaran uang dari program nasional benar-benar dirasakan oleh masyarakat Garut.
"Kami menginstruksikan penguatan komunikasi antara Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG dengan dinas terkait, guna memastikan kelayakan, standar gizi makanan secara intensif, manajemen sampah dan layanan aduan dengan penyediaan hotline khusus untuk mempermudah komunikasi dan pelaporan di lapangan," pungkasnya.





