Mochamad Irfan Yusuf Menteri Haji dan Umrah RI menegaskan hingga saat ini rencana keberangkatan jemaah haji Indonesia masih berjalan sesuai jadwal. Namun, pemerintah tetap memprioritaskan aspek keamanan dan keselamatan jemaah di tengah meningkatnya tensi konflik di kawasan Timur Tengah.
Irfan Yusuf mengatakan dirinya telah bertemu dengan Presiden untuk membahas perkembangan situasi serta dampaknya terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Pak Presiden pada intinya pertimbangan utama jemaah adalah keamanan dan keselamatan jemaah haji, itulah yang harus kita utamakan,” kata Irfan Yusuf kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Meski demikian, pemerintah belum memutuskan secara final apakah keberangkatan haji akan tetap dilaksanakan atau mengalami perubahan jika situasi keamanan memburuk.
“Berangkat atau tidak itu nanti, yang penting pertimbangan keamanan dan keselamatan jemaah haji,” ujarnya.
Ia menjelaskan keputusan akhir akan diambil setelah pemerintah memantau perkembangan situasi dan menerima berbagai masukan, termasuk dari Kementerian Luar Negeri serta pihak terkait lainnya.
“Nanti pasti kita lihat situasi perkembangan di sana dan yang memutuskan juga berdasarkan diskusi serta masukan-masukan dari teman-teman di Kemenlu dan pihak lainnya,” jelasnya.
Meski masih memantau situasi, Irfan memastikan hingga saat ini seluruh persiapan penyelenggaraan haji masih berjalan normal dan sesuai jadwal.
“Yang sekarang sampai hari ini persiapan tetap jalan. Teman-teman Saudi, Kementerian Haji Saudi juga berkomunikasi bahwa persiapan kita bagus, mereka di sana juga menyiapkan semuanya dengan baik,” katanya.
Ia menambahkan, pemerintah masih mengasumsikan bahwa kondisi di kawasan Timur Tengah akan membaik sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat berlangsung lancar.
“Jadi sampai hari ini kita asumsikan semuanya berjalan dengan baik, situasi di sana juga akan membaik,” ujar Irfan.
Terkait kemungkinan adanya rencana cadangan apabila situasi berubah, pemerintah mengaku telah menyiapkan sejumlah skenario dan telah membahasnya bersama DPR.
Namun, ia menilai skenario tersebut belum perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan calon jemaah.
“Tentu ada banyak berbagai plan yang sudah kita sampaikan juga ke DPR, tapi saya kira tidak terlalu penting untuk diekspos ke calon jemaah karena bisa menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Irfan juga menegaskan dana yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tetap aman. Menurutnya, dana yang berada di Indonesia masih terjaga, sementara dana yang telah dibayarkan ke pihak Arab Saudi merupakan bagian dari pembayaran layanan haji.
“Kalau dana BPKH yang di sini pasti aman, karena itu dana BPKH yang ada di Indonesia,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika nantinya terjadi perubahan atau pembatalan, mekanisme pengembalian dana akan dibahas melalui proses negosiasi dengan pihak terkait.
Namun demikian, Irfan kembali menegaskan bahwa hingga saat ini penyelenggaraan haji masih berjalan sesuai rencana.
“Hari ini masih on schedule, belum ada perubahan. Alhamdulillah mudah-mudahan ini terus berjalan sampai hari H,” kata Irfan Yusuf.(faz/ipg)




