Mengejutkan, Rismon Sianipar Minta Maaf kepada Jokowi

jpnn.com
18 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Salah satu tersangka kasus ijazah Jokowi, Rismon Sianipar menyampaikan klarifikasi mengejutkan terkait hasil penelitiannya selama ini.

Dalam sebuah video pernyataan terbaru, Rismon secara terbuka mengakui adanya kekeliruan dalam analisis yang ia tuangkan dalam buku tersebut. 

BACA JUGA: Analisis Terbaru Rismon Sianipar soal Ijazah Jokowi, Berbanding 180 Derajat

Dia menyebutkan ada data yang tidak lengkap saat pengujian awal dilakukan.

"Sebagai peneliti yang bertanggung jawab terhadap kebenaran ilmiah, saya secara terbuka menyatakan ada koreksi-koreksi akibat data yang tidak lengkap," ujar Rismon dalam pernyataannya.

BACA JUGA: Nuh Al-Azhar Pertanyakan Kepakaran Rismon di Bidang Forensik Digital

Rismon menjelaskan bahwa kesalahan analisis sebelumnya disebabkan oleh faktor teknis seperti rotasi, translasi, hingga resolusi data yang diuji. 

Hal ini membuatnya menarik kembali pernyataan-pernyataan sebelumnya yang menyudutkan Presiden ke-7 RI tersebut.

BACA JUGA: Kasus Ijazah Jokowi, Pengamat Anggap Aneh Rismon Diperiksa Subdit Keamanan Negara

Secara mengejutkan, Rismon juga menyampaikan permohonan maaf langsung kepada Joko Widodo. 

Dia merasa temuan lamanya telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

"Temuan saya sebelumnya telah melukai keluarga Pak Jokowi dan Pak Jokowi sendiri. Saya sebagai peneliti menyatakan minta maaf secara gentleman," tuturnya.

Pria yang menulis lebih dari 400 halaman di buku JWP itu menegaskan bahwa permintaan maaf ini adalah bentuk integritasnya sebagai seorang ilmuwan. Baginya, objektivitas harus berada di atas segalanya.

Rismon mengeklaim permintaan maaf ini dilakukan tanpa ada tekanan dari pihak mana pun. 

Dia menyebut langkah ini murni karena adanya kebenaran baru yang ia temukan dari hasil uji laboratorium terbaru.

Rismon juga menyatakan siap mempertanggungjawabkan pengakuan ini di ruang akademis.

Rismon tidak gentar meski keputusannya ini bakal menuai pro dan kontra di kalangan pendukungnya selama ini.

"Penelitian itu harus bersandar pada objektivitas. Inilah yang mendasari saya untuk secara terbuka menyatakan kekeliruan tersebut," kata Rismon. (mcr8/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BMKG: 7 Wilayah Harus Waspada Hujan Petir hingga Lebat-Sangat Lebat Jumat 13 Maret
• 54 menit lalukompas.tv
thumb
Momen Banser Bakar Baju Akibat Kecewa Penahanan Gus Yaqut Yang Terjerat Kasus Korupsi Kuota Haji
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Kabupaten Bekasi Jumat 13 Maret
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Prabowo Telepon MBS Bahas Konflik Timteng, Serukan Penghentian Aksi Militer
• 22 jam laludetik.com
thumb
Kolaborasi Melissa dan Scholl Rilis Sandal Ikonik Super Nyaman, Fashionista Wajib Punya!
• 3 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.