REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung (BTP Bandung) melakukan uji coba pengoperasian skybridge Bandung untuk menunjang aksesibilitas penumpang Kereta Cepat Whoosh yang akan menggunakan Kereta Api (KA) Feeder. Uji coba ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan penumpang menjelang Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
"Sebelumnya, penumpang KA Feeder menggunakan akses yang sama dengan penumpang KA Jarak Jauh," ujar Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Bandung Endang Setiawan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Baca Juga
Restrukturisasi Whoosh, AHY Ungkap Nasib Pembangunan Kereta Cepat Sampai Jawa Timur
Volume Penumpang Kereta Cepat Whoosh Naik 25 Persen di Libur Imlek
Danantara Tunggu Menko Airlangga dari China Bahas Utang Whoosh
Endang menyampaikan uji coba pengoperasian ini bertujuan memperlancar alur penumpang sehingga tidak terpusat di satu titik saja. Penggunaan skybridge ini juga dinilai lebih efektif dan efisien karena jarak penumpang menuju KA Feeder menjadi lebih dekat.
“Uji coba pengoperasian skybridge Bandung ini merupakan wujud dukungan DJKA terhadap operasional kereta cepat serta untuk meningkatkan layanan transportasi," ucap Endang.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Endang mengatakan aktivitas penumpang KA Feeder berpindah ke Hall Feeder Kereta Cepat di bagian timur Stasiun Bandung mulai hari ini. Dia berharap penumpang KA Feeder dapat menyesuaikan akses naik turun serta ruang tunggu penumpang ke depannya, serta tidak datang ke stasiun terlalu dekat dengan waktu keberangkatan kereta.
"Uji coba pengoperasian ini akan menjadi bahan evaluasi ke depan, terutama dalam menghadapi Masa Angkutan Lebaran 2026/1447 H, yang mana okupansi penumpang akan mengalami peningkatan," kata Endang.
Timeline Proyek Kereta Cepat Whoosh. - (Republika.co.id)