JAKARTA - Sejumlah pakar dan hasil kajian sosiologi menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperkuat solidaritas dan semangat belajar siswa di sekolah. Riset ini juga memperkuat kajian Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menegaskan MBG sebagai pondasi baru pendidikan bermutu di Indonesia.
Sosiolog Musni Umar mengatakan, MBG berperan dalam membangun interaksi sosial serta meningkatkan semangat belajar di lingkungan sekolah.
‘’MBG di sekolah bisa menciptakan kesetaraan, kebersamaan, dan kedekatan satu sama lain. Selain itu, siswa bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan nyaman karena tidak dalam lapar,” ujar Musni kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
“Secara sosiologis, di masa depan akan tumbuh tunas-tunas bangsa yang sehat, cerdas dan memiliki solidaritas tinggi terhadap sesama karena kedekatan satu sama lain sewaktu makan bersama,” ujar Musni Umar.
Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum , dan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Toni Toharudin menambahkan, Program MBG menjadi fondasi baru dalam menciptakan pendidikan bermutu di Indonesia.
Menurutnya, MBG tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada budaya sekolah. Praktik makan bersama menciptakan ruang interaksi sosial yang lebih inklusif dan memperkuat kebersamaan diantara siswa.
“Kegiatan makan bersama menjadi sarana pembelajaran karakter yang alami. Siswa belajar disiplin, menjaga kebersihan, dan menghargai makanan. Ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter tidak selalu harus melalui pendekatan formal, tetapi dapat tumbuh melalui pengalaman keseharian yang dirancang secara bermakna,” ujarnya.
Pengalaman sosial ini menjadi penting untuk membangun empati, kolaborasi, dan tanggung jawab sosial. MBG membuka peluang bagi sekolah untuk membangun budaya belajar yang sehat dan positif.



