PT Pertamina (Persero) membeberkan kondisi terkini kapal kargo minyak milik Pertamina International Shipping (PIS) yang terjebak di Selat Hormuz karena diblokade oleh Iran.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, mengatakan sudah ada dua kapal dari empat kapal yang berhasil melanjutkan operasionalnya.
“Kemarin ada dua kapal yang memang sudah lanjut operasional yaitu Paragon dan Rinjani,” kata Simon dalam konferensi pers di BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3).
Simon menjelaskan kedua kapal tersebut melayani pasar non-captive atau bukan untuk kebutuhan perseroan, dengan tujuan masing-masing menuju Kenya dan India. “Sementara yang masih berada di dalam teluk itu ada dua kapal, yaitu Pertamina Pride dan Gamsunoro,” ungkap Simon.
Simon memastikan perhatian utama saat ini adalah keselamatan para kru dan keamanan kargo yang diangkut. Untuk itu, Pertamina terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri.
“Dan kita juga mendorong supaya tentunya bersama-sama situasi di sana semakin baik sehingga kargo-kargo kita bisa kemudian beroperasi dan melewati lokasi itu dengan baik,” tutur Simon.
Sebagai langkah antisipasi, Simon mengungkapkan pihaknya juga melakukan diversifikasi sumber pasokan energi. Menurutnya, sumber pasokan tidak hanya berasal dari kawasan Timur Tengah, tetapi juga dari wilayah lain seperti Afrika, Amerika, dan berbagai negara lainnya.
“Jadi kita tentunya terus dengan bantuan dukungan dari pemerintah, dengan bantuan dari berbagai pihak, kita tetap lakukan yang terbaik agar supaya pelayanan energi untuk masyarakat bisa berlangsung dengan lancar dan aman,” jelas Simon.
Sebelumnya, Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, memastikan PIS terus melakukan pemantauan intensif 24/7 secara real-time terhadap seluruh posisi armada, kru, dan pekerja.
PIS juga menjalin koordinasi erat dengan otoritas maritim dan pihak berwenang setempat untuk memastikan keamanan, serta keselamatan seluruh kru kapal dan muatan yang dibawa.
“Di tengah situasi yang sangat dinamis dan sensitif ini, kami memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk rekan-rekan jurnalis, bagi keselamatan para kru kapal dan pekerja kami yang tetap menjalankan tugasnya di kawasan Timur Tengah,” ujar Vega melalui keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (13/2).




