JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran atau Idulfitri 1447 H/2026 menurun 1,75 persen dibanding tahun lalu.
Hal ini disampaikannya saat memimpin apel Operasi Ketupat di Monas, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
"Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran tahun 2026 mencapai 143,9 juta orang atau turun sebesar 1,75 persen, yaitu 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang," jelasnya, seperti dipantau dari Breaking News KompasTV.
Meskipun begitu, Kapolri menyatakan perlu antisipasi jika terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakan masyarakat.
"Terlebih lagi terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik, antara lain diskon tarif tol dan tiket untuk transportasi umum hingga kebijakan work from anywhere (bekerja dari mana saja)," ujarnya.
Baca Juga: Survei KedaiKOPI Ungkap Faktor Ekonomi Jadi Salah Satu Alasan Masyarakat Tak Mudik Tahun Ini
Listyo mengatakan untuk memastikan keamanan dan kelancaran perayaan Idulfitri dan libur Lebaran tahun ini, Polri didukung TNI dan pemangku kepentingan terkait, menyelenggarakan Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari.
"Mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret 2026 dengan melibatkan 161.243 personel gabungan," ungkapnya.
Menurut keterangannya, berdasarkan hasil rakor lintas sektoral, puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang.
"Di mana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret 2026 dan 18 sampai dengan 19 Maret 2026," katanya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- mudik
- lebaran 2026
- idulfitri 2026
- kapolri
- listyo sigit prabowo
- mudik lebaran 2026





