PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan uang tunai sekitar Rp45 triliun untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Ramadan hingga libur Lebaran 2026. Dana tersebut akan ditempatkan di jaringan ATM serta kas pada kantor cabang operasional.
Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan perseroan mengoptimalkan seluruh jaringan layanan yang dimiliki, baik kanal digital maupun jaringan fisik yang tersebar di dalam dan luar negeri.
“Menjelang libur Idul Fitri 1447 Hijriah, BSI memastikan seluruh kanal layanan siap melayani kebutuhan nasabah kapan pun dan di mana pun. Kami mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI, BSI Call 14040, lebih dari 6.000 unit ATM dan CRM, sekitar 126 ribu BSI Agen, serta jaringan pembayaran melalui QRIS dan EDC yang dapat diakses secara real time,” ujar Anggoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Selain itu, selama periode 14–24 Maret 2026, BSI juga menyiapkan layanan operasional terbatas di 162 kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah dengan proyeksi kebutuhan transaksi langsung yang tinggi.
Daftar outlet layanan terbatas tersebut dapat diakses melalui situs resmi perusahaan.
“Outlet tersebut dapat melayani sejumlah transaksi seperti pembukaan rekening, pemblokiran kartu ATM, setoran dan penarikan tunai, hingga transfer antar rekening BSI,” jelasnya.
Meski demikian, Anggoro tetap mendorong nasabah untuk memanfaatkan layanan digital melalui superapps BYOND yang menyediakan berbagai fitur transaksi, termasuk layanan tarik tunai tanpa kartu di ATM BSI maupun jaringan ritel seperti Indomaret dan Alfamart.
Baca Juga: Nasabah Emas BSI Tumbuh 40%, Transaksi Tembus 2,7 Ton di Awal 2026
Baca Juga: BSI Buka Suara Soal Pembobolan Rekening Nasabah Senilai Rp1,4 miliar
Baca Juga: BSI Catat Dana Remitansi Tembus Rp116 Triliun hingga Akhir 2025
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen BSI untuk tetap menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah selama periode libur Lebaran. Anggoro juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan pihak bank.
“Di tengah tren peningkatan transaksi, kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank dan memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi Bank Syariah Indonesia,” tutupnya.





