Bisnis.com, BANDUNG — Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung pastikan harga bahan pokok di pasaran relatif stabil jelang Hari Raya Idulfitri 1446 H.
Hal ini didasarkan pada hasil pemantauan yang dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) menunjukkan ketersediaan dan harga kebutuhan masyarakat masih dalam kondisi aman.
Kepala Disdagin Kota Bandung Ronny Ahmad Nurudin mengaku telah melakukan pemantauan secara rutin sejak sebelum Ramadan hingga menjelang Lebaran di berbagai pasar tradisional maupun ritel modern.
“Disdagin sudah beberapa kali melakukan monitoring bahan pokok masyarakat di pasar tradisional maupun ritel. Mulai dari menjelang bulan puasa hingga saat ini, alhamdulillah hasil pantauan kami menunjukkan kondisi harga bahan pokok di Kota Bandung relatif stabil dan aman,” kata Ronny, saat dikonfirmasi, Kamis (12/3/2026).
Menurut Ronny, beberapa komoditas memang sempat mengalami fluktuasi harga, terutama pada komoditas cabai. Namun kondisi tersebut masih tergolong wajar dan tidak berlangsung lama.
“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi, seperti cabai. Kadang ada kenaikan lalu kembali turun tapi secara umum saat ini kondisinya stabil,” ujarnya.
Baca Juga
- Sidak Pasar Terong Makassar, Mendag Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil Jelang Lebaran
- Siasat Fore Kopi (FORE) Amankan Harga Bahan Baku, Contract Farming
- Jelang Ramadan, Mendag Bakal Cek Harga Bahan Pokok di Pasar
Sedangkan untuk komoditas utama seperti beras, minyak goreng, gula, telur dan sebagian besar bahan pokok lainnya, harga masih terpantau stabil di pasaran. Adapun, kenaikan harga hanya terjadi pada beberapa jenis daging sapi dengan kualitas premium.
“Untuk beras dan minyak goreng, Alhamdulillah stabil. Untuk daging memang ada sedikit kenaikan dibanding sebelumnya, tetapi itu biasanya pada daging dengan kualitas tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan Pemkot Bandung juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga hingga Lebaran. Salah satunya melalui kerja sama dengan Badan Pangan Nasional, distributor, asosiasi pangan serta Perum Bulog.
Upaya lain yang dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga adalah melalui program Bazar Murah Utama (Bazmut) yang digelar di seluruh kecamatan di Kota Bandung.
“Bazar Murah Utama kami gelar di 30 kecamatan. Dalam satu hari dilaksanakan di tiga kecamatan dengan melibatkan distributor, BUMN, ritel dan jajaran kewilayahan. Setiap kecamatan ada sekitar 10 tenant yang menyediakan berbagai kebutuhan pokok,” ungkapnya.
Melalui program tersebut, masyarakat dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, termasuk beras program SPHP, minyak goreng serta berbagai komoditas pangan lainnya.
Selain itu, pemerintah juga berkolaborasi dengan petani yang dikoordinasikan oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat untuk memastikan ketersediaan sayuran dan komoditas seperti cabai tetap terjaga dengan harga yang lebih terjangkau.
Ronny memastikan hingga saat ini kondisi harga kebutuhan pokok di Kota Bandung menjelang Lebaran masih terkendali.
“Intinya kondisi harga bahan pokok menjelang Lebaran stabil. Kalau pun ada kenaikan, masih dalam batas wajar dan sifatnya fluktuatif, terutama pada komoditas cabai,” ucapnya.





