Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengatakan pemerintah tengah mengkaji berbagai opsi untuk mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah terhadap ketahanan energi nasional. Salah satu opsinya, yakni penghematan bahan bakar minyak (BBM).
“Di kita lagi sedang melakukan exercise semua alternatif-alternatif yang akan kita pakai untuk kebaikan negara kita, sekaligus untuk mendorong efisiensi pemakaian bahan bakar,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 12 Maret 2026.
Baca Juga: Selat Hormuz Memanas, Bahlil Lapor Prabowo untuk Siapkan Alternatif Pasokan MinyakIlustrasi BBM. Foto- dok Istimewa
Menurut dia, pemerintah belum mengambil keputusan final terkait kebijakan penghematan BBM. Situasi geopolitik global juga belum stabil akibat konflik di kawasan Timur Tengah.
Bahlil juga merespons kebijakan sejumlah negara, seperti Filipina dan Thailand, yang mulai menerapkan langkah penghematan energi, termasuk kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) untuk mengurangi aktivitas di kantor. Dia menegaskan pemerintah Indonesia masih mempelajari berbagai opsi yang paling tepat sebelum mengambil keputusan.
“Belum ada keputusan yang pasti, karena semua alternatif dalam kondisi yang tidak stabil seperti ini. Kita harus mencari berbagai alternatif,” ujar dia.




