6 Cara Hemat Bensin saat Mudik Lebaran 2026 Menurut Pakar ITB

mediaindonesia.com
8 jam lalu
Cover Berita

PERJALANAN mudik Lebaran 2026 ini dapat dilakukan dengan lebih efisien jika pengendara memahami prinsip penghematan energi. Pakar Otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa kunci utama penghematan terletak pada pengendalian energi yang terbuang.

Menurut Yannes, ada tiga faktor utama yang menyebabkan pemborosan bensin: gaya mengemudi agresif, hambatan ban (rolling resistance), serta beban kendaraan yang berlebihan. Berikut adalah panduan lengkapnya:

1. Ubah Gaya Mengemudi Anda

Gaya mengemudi agresif seperti sering melakukan akselerasi mendadak dan pengereman keras dapat menurunkan efisiensi BBM sekitar 15-30% di jalan tol. Bahkan, di kondisi lalu lintas padat, pemborosan bisa mencapai 10-40%. Lakukan akselerasi secara bertahap dan jaga kecepatan tetap konstan.

Baca juga : BPBD Kabupaten Bekasi Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca saat Mudik Lebaran

2. Optimalkan Tekanan Ban

Tekanan ban yang kurang akan meningkatkan rolling resistance atau hambatan gulir. Kondisi ini menyebabkan mesin membutuhkan energi tambahan untuk menjaga kendaraan tetap bergerak. Selalu cek tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan saat kondisi ban masih dingin sebelum memulai perjalanan.

3. Gunakan Fitur Cruise Control

Jika kendaraan Anda memiliki fitur cruise control, manfaatkanlah saat melintasi jalan tol yang lancar. Fitur ini membantu menjaga kestabilan kecepatan sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih terukur dan efisien.

4. Pastikan Kendaraan dalam Kondisi Sehat

Lakukan servis berkala sebelum mudik. Pastikan oli sudah diganti dan filter udara dalam kondisi bersih. Filter udara yang kotor menghambat pasokan oksigen ke ruang bakar, yang membuat mesin bekerja lebih berat dan boros bensin.

Baca juga : Dukung Mudik Lebaran 2026, Tol Palembang-Betung Seksi Kramasan-Pangkalan Balai Difungsionalkan

5. Minimalisir Beban Bawaan

Setiap beban tambahan di dalam mobil akan meningkatkan kerja mesin. Kurangi barang bawaan yang tidak perlu di bagasi. Selain itu, hindari membiarkan roof rack terpasang dalam keadaan kosong karena akan meningkatkan hambatan angin (drag) yang signifikan pada kecepatan tinggi.

6. Antisipasi Kemacetan dan Rute

Perencanaan rute dan waktu keberangkatan sangat penting untuk menghindari pola berkendara stop-and-go. Saat terjebak macet, hindari membiarkan mesin menyala terlalu lama tanpa bergerak jika tidak diperlukan, serta kurangi agresivitas saat merayap di tengah kepadatan.

Penurunan sedikit kecepatan di jalan tol dapat memberikan penghematan bensin yang cukup terasa karena hambatan udara meningkat secara eksponensial pada kecepatan tinggi. (Z-10)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Idul Fitri 1447 Hijriah UMKM Kue Kering di Gorontalo Kebanjiran Pesanan
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Indonesia, Turki hingga Arab Saudi Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Duel Legiun Asing Persis Solo Vs Bali United di BRI Super League: Motivasi Berlipat Pemain Baru
• 20 jam lalubola.com
thumb
BPJPH Tegaskan Aturan Halal Berlaku untuk Produk Lokal dan Impor
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
AI Dikhawatirkan Picu Siswa Malas, Mendikdasmen: Tulis Tangan Diaktifkan Lagi
• 15 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.