Rekayasa Lalu Lintas Selama Mudik Lebaran 2026 Situasional Di Arteri dan Tol

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Agus Suryonugroho, mengatakan skema rekayasa lalu lintas selama arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan diterapkan secara situasional. Rekayasa itu tidak hanya dilakukan di jalan tol, tetapi juga di jalur arteri atau luar tol.

Menurut Agus, salah satu contoh penerapan rekayasa lalu lintas di luar tol dilakukan di kawasan Gadog, Bogor, yang kerap menjadi jalur menuju kawasan Puncak saat akhir pekan.

One way dan contraflow itu bukan hanya di dalam tol ya, di luar tol juga dilakukan. Contohnya Gadog. Gadog itu pada Sabtu-Minggu pada saat Operasi Ketupat, itu kita lakukan one way arah ke atas dari pagi,” kata Agus di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).

Di jalan tol, kata Agus, rekayasa lalu lintas akan diterapkan berdasarkan parameter kondisi kendaraan di lapangan. Salah satu indikator yang dipantau yakni volume kendaraan melalui sistem penghitung lalu lintas di sejumlah titik, termasuk di Km 47.

Ia mencontohkan penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan Cibadak yang terhubung dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi).

“Termasuk juga di Cibadak, dari Bocimi yang Bogor-Sukabumi, itu juga akan dilakukan one way. Tetapi kalau untuk di jalan tol, rekayasa lalu lintas itu bukan karena prediksi, tetapi parameter-parameter jumlah traffic counting yang ada di jalan tol,” ujarnya.

Agus menjelaskan, jika volume kendaraan mencapai angka tertentu, maka akan diberlakukan contraflow secara bertahap.

“Kalau sudah 5.500, kami akan lapor Bapak Kapolri, akan kami lakukan eksekusi contraflow lajur satu. Kalau lajur satu ternyata satu jam berturut-turut ke depan itu 6.400, kami akan melakukan eksekusi contraflow lajur dua. Kalau lajur satu, lajur dua masih tidak nampung dari gate tol di kilometer 70, kami akan terbangkan drone memantau bagaimana flow-nya,” kata dia.

Jika kepadatan masih terjadi, Korlantas akan menerapkan skema one way tahap pertama di ruas tol tertentu.

“Kalau masih padat, kalau masih antrean panjang, kami akan lakukan one way tahap pertama sepenggal dari kilometer 70 sampai (kilometer) 236. Kalau tahun lalu 70 sampai (kilometer) 188,” tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus TPPU: Bareskrim Sita 51,3 Kg Emas Ilegal di Surabaya & Nganjuk
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Data Dukcapil: Junaidi dan Nur Hayati Jadi Nama Paling Banyak Dipakai di Indonesia
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Na Willa Tayang Lebih Dulu di 22 Kota, Tiketnya Langsung Sold Out
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Presiden FIFA Banggakan Kemajuan Sepakbola Indonesia pada Dunia
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Semeru erupsi dengan tinggi letusan capai 600 meter di atas puncak
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.