JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketidakpastian global akibat perang Iran dinilai berpotensi menekan ekonomi Indonesia.
Pengamat ekonomi dari Political Economy and Policy Studies atau PEPS, Anthony Budiawan, menilai dampak konflik tersebut bisa memicu krisis baru jika tidak diantisipasi dengan strategi kebijakan yang tepat.
Menurut Anthony Budiawan, konflik geopolitik seperti perang Iran berpotensi menimbulkan tiga tekanan utama terhadap ekonomi dunia.
Pertama, gangguan pada sektor energi, terutama minyak dan gas.
Kedua, lonjakan inflasi global akibat kenaikan harga komoditas.
Dan ketiga, terganggunya jalur perdagangan internasional.
Ketiga faktor ini dinilai dapat berdampak langsung pada stabilitas ekonomi Indonesia.
Meski demikian, Indonesia juga berpotensi mendapat keuntungan dari kenaikan harga komoditas energi, terutama batu bara.
Namun menurut Anthony, potensi keuntungan tersebut belum tentu mampu menutup tekanan ekonomi yang muncul akibat konflik global.
Dalam situasi seperti ini, pemerintah harus menentukan strategi kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi.
menurut Anthony Budiawan, jika pemerintah terpaksa melakukan penghematan, hanya ada dua pos anggaran besar yang berpotensi dikaji ulang.
Yakni subsidi energi, atau program makan bergizi gratis yang menjadi salah satu kebijakan prioritas Presiden Prabowo.
Bagaimana menurut Anda?
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/X3mKcJSGjDU
#iran #israel #indonesia
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Penulis : Elisabeth-Widya-Suharini
Sumber : Kompas TV
- perang
- iran
- ekonomi
- krisis
- prabowo





