Bapanas Perkuat Aturan Cadangan Beras Pemerintah untuk Jaga Kualitas dan Stok Nasional

pantau.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Badan Pangan Nasional (Bapanas) mempertajam regulasi pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) melalui Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2026 guna memastikan kualitas beras yang diserap tetap terjaga sekaligus memperkuat ketersediaan stok nasional untuk menjaga stabilitas pangan.

Aturan Baru Perkuat Penyerapan Beras Dalam Negeri

Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa aturan tersebut menekankan penguatan CBP dengan mengutamakan pasokan dari produksi beras dalam negeri.

Amran mengatakan, "Dalam peraturan ini telah dipertajam beberapa poin penting untuk menjadikan stok CBP yang semakin baik, mulai dari penyerapan sampai penyaluran".

Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2026 menegaskan bahwa pengadaan CBP dilakukan melalui pembelian gabah atau beras berupa gabah kering panen (GKP), gabah kering giling (GKG), beras medium, dan beras premium.

GKP merupakan gabah yang telah memasuki usia panen di tingkat petani.

Sementara itu, GKG merupakan gabah yang berasal dari GKP yang telah melalui proses pengolahan di tingkat petani atau penggilingan.

GKP dapat diolah lebih lanjut menjadi GKG, beras medium, maupun beras premium.

Pengadaan CBP diprioritaskan melalui pembelian produksi beras dari dalam negeri.

Bapanas juga meminta Perum Bulog menggunakan instrumen Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram dalam melakukan penyerapan gabah petani.

Jika rata-rata harga gabah di tingkat produsen di suatu daerah berada di bawah HPP, Bulog tetap wajib membeli gabah dengan mengacu pada harga HPP tersebut.

Apabila rata-rata harga produsen berada di atas HPP, Bulog diberikan fleksibilitas dalam penggunaan HPP untuk jangka waktu tertentu.

Stok Beras Diproyeksikan Tembus 5 Juta Ton

Pemerintah bersama Perum Bulog terus memperkuat stok CBP dengan menyerap hasil panen petani dalam negeri secara konsisten.

Realisasi penyerapan setara beras produksi dalam negeri selama kuartal pertama tahun 2026 telah melampaui capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Amran memperkirakan hingga minggu ketiga Maret 2026 stok CBP dapat mencapai sekitar 4 juta ton.

Pada bulan berikutnya stok diperkirakan meningkat hingga sekitar 5 juta ton.

Peningkatan stok tersebut merupakan hasil dari akumulasi penyerapan setara beras yang gencar dilakukan oleh Perum Bulog.

Amran menyampaikan, "Stok (CBP) kita hari ini 3,9 juta ton. Minggu ini Insya Allah 4 juta ton dan 1 bulan ke depan 5 juta ton. Ini belum pernah terjadi selama sejarah Republik Indonesia. Insya Allah bulan 4, 5, 6 (April, Mei, Juni), itu bisa 6 juta ton. (Di April) 5,2 juta ton (itu) estimasi bulan depan".

Berdasarkan catatan Bapanas, realisasi pengadaan beras dalam negeri hingga 11 Maret 2026 telah mencapai 928,2 ribu ton.

Capaian tersebut meningkat 208,8 ribu ton dibandingkan periode Januari hingga Maret 2025 yang tercatat sebesar 719,3 ribu ton.

Bapanas memastikan penyerapan CBP sepanjang Maret 2026 masih akan terus meningkat.

Amran mengatakan, "Ini adalah kerja keras kita semua yang membuahkan hasil di bawah gagasan besar Bapak Presiden (Prabowo Subianto), menggerakkan ekonomi rakyat, luar biasa. Kita sudah mulai ekspor ke negara lain dan insya Allah mudah-mudahan tiga negara menyusul, kita ekspor ke negara tetangga".

Penyaluran Beras Dilakukan Sepanjang Tahun

Bapanas menegaskan bahwa penyaluran CBP oleh Perum Bulog melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) harus dilakukan sepanjang tahun.

Penyaluran tersebut dikecualikan pada wilayah sentra produsen padi yang sedang mengalami panen raya.

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan indeks harga yang diterima petani padi hingga Februari 2026 berada pada angka 144,84.

Angka tersebut meningkat dibandingkan Januari 2026 yang berada pada angka 144,72.

Puncak indeks harga yang diterima petani padi dalam tujuh tahun terakhir tercatat pada September 2025 dengan nilai 146,28.

Angka tersebut melampaui capaian tahunan sebelumnya seperti Desember 2019 sebesar 109,22, Maret 2020 sebesar 108,82, Januari 2021 sebesar 108,19, Desember 2022 sebesar 118,65, dan Desember 2023 sebesar 137,75.

Indeks harga tertinggi pada tahun 2024 tercatat pada Februari dengan angka 146,08.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gay Bunuh Gay di Batam: Motif Cemburu karena Ada Pria Ketiga
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
FPTI pastikan lindungi maksimal atlet korban pelecehan seksual
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Hentikan Operasional 1.512 SPPP di Pulau Jawa
• 23 jam lalurepublika.co.id
thumb
Miliano Jonathans Cedera Panjang, 4 Pemain Ofensif Ini Bisa Gantikan Peran Pangeran Depok di Timnas Indonesia
• 21 jam lalubola.com
thumb
10 Perusahaan Raksasa Dunia Ini Terancam Boncos Karena Perang Iran
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.