Pantau - PT PLN (Persero) menambah jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di sejumlah titik jalur mudik Lebaran 2026 untuk mengantisipasi kenaikan penggunaan mobil listrik oleh masyarakat.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan jumlah pemudik yang menggunakan mobil listrik pada Lebaran 2026 diperkirakan meningkat sekitar 1,6 kali dibandingkan periode mudik Lebaran 2025.
“Nanti ada saudara-saudara kita yang mudik menggunakan mobil listrik, diperkirakan akan meningkat 1,6 kali dibanding mudik tahun 2025,” kata Darmawan.
Untuk menghadapi kenaikan tersebut, PLN menambah jumlah SPKLU di jalur mudik hingga sekitar 1,8 kali dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Darmawan, langkah itu dilakukan agar pemudik pengguna kendaraan listrik lebih mudah melakukan pengisian daya selama perjalanan.
“Kami menambah jumlah SPKLU di jalur mudik hingga sekitar 1,8 kali dibandingkan tahun sebelumnya sehingga saudara-saudara kita yang mudik menggunakan mobil listrik bisa berjalan lancar sampai tujuan dan kembali ke rumah,” ujarnya.
Optimalisasi SPKLU di Jalur MudikSelain menambah jumlah SPKLU, PLN juga melakukan optimalisasi fasilitas pengisian daya di jalur mudik Lebaran 2026.
Optimalisasi itu dilakukan dengan mengganti sebagian fasilitas pengisian daya lambat atau slow charging menjadi pengisian daya cepat atau ultra fast charging.
Langkah tersebut ditujukan agar waktu pengisian daya kendaraan listrik menjadi lebih singkat sehingga perjalanan pemudik lebih efisien.
Pada periode mudik Lebaran 2025, PLN menyiagakan sekitar 3.529 unit SPKLU yang tersebar di sekitar 2.400 titik di seluruh Indonesia.
Dengan penambahan jumlah SPKLU pada 2026, PLN berharap pemudik yang menggunakan mobil listrik semakin mudah melakukan perjalanan.
Sistem Kelistrikan Nasional Dipastikan SiapDi luar kesiapan SPKLU, PLN juga memastikan sistem kelistrikan nasional siap menghadapi periode Ramadhan dan Idul Fitri 2026.
Darmawan menyebut ketersediaan energi primer untuk pembangkit listrik berada dalam kondisi aman.
Cadangan gas dan bahan bakar minyak disebut berada di atas sembilan hari operasi.
Cadangan batu bara rata-rata berada di atas 19 hari operasi.
PLN juga telah melakukan pemeliharaan pembangkit, gardu induk, dan jaringan transmisi lebih awal untuk meminimalkan potensi gangguan pasokan listrik selama masa mudik Lebaran.
“Kami memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi siap dan andal untuk mendukung kebutuhan masyarakat selama periode Ramadhan dan Idul Fitri,” tegas Darmawan.
Penguatan infrastruktur pengisian daya ini juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.




