JAKARTA, KOMPAS.TV - Menjelang pertengahan bulan Ramadan, umat Islam semakin dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amal saleh.
Salah satu malam yang paling dinantikan pada bulan suci ini adalah Lailatul Qadar, malam yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Oleh karena itu, tema mengenai keutamaan malam Lailatul Qadar diangkat dalam khotbah Jumat, termasuk pada Jumat, 13 Maret 2026, sebagai pengingat bagi umat Islam untuk mempersiapkan diri menyambut malam penuh kemuliaan tersebut.
Dalam khotbah Jumat kali ini, jamaah diajak untuk memahami makna dan keutamaan Lailatul Qadar serta bagaimana cara memaksimalkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan.
Berikut teks khotbah Jumat berjudul "Menuju Lailatulqadar: Menguatkan Doa dan Harapan" dikutip dari simbi.kemenag.go.id.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar 2026 Kapan? Simak Ciri-Cirinya
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَتَحَ أَبْوَابَ الْجَنَّةِ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِي قَائِلَهَا مِنَ النِّيرَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا . أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ تَعَالَى : إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ، وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ، لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ، سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ.
Marilah kita tingkatkan ketakwaan kepada Allah dengan sebenar-benar takwa. Takwa bukan hanya ucapan di lisan, tetapi kesadaran dalam hati bahwa setiap langkah hidup kita berada dalam pengawasan Allah. Takwa membuat kita tetap takut kepada Allah meskipun tidak ada manusia yang melihat.
Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran [3]: 102,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim."
Jemaah Jum'at yang dimuliakan Allah,
Ramadan adalah bulan yang selalu datang membawa harapan. Bulan ketika hati yang kering kembali disirami iman. Bulan ketika dosa-dosa yang berat terasa ringan untuk diakui dan dimohonkan ampunan.
Di antara seluruh malam Ramadan, ada satu malam yang sangat agung. Malam yang dinanti para malaikat malam yang membuat langit terasa begitu dekat dengan bumi, yaitu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Qadr [97]: 3,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ.
"Lailatulqadar itu lebih baik daripada seribu bulan."
Bayangkan wahai jemaah sekalian...
Jika seseorang beribadah dengan penuh keikhlasan pada malam itu, seakan-akan ia beribadah selama lebih dari delapan puluh tahun. Itulah malam Lailatulqadar. Malam ketika doa seorang hamba begitu dekat dengan langit. Ketika kita mendekati sepuluh malam terakhir Ramadan, sesungguhnya kita sedang mendekati satu kesempatan yang sangat besar dalam hidup kita. Namun, ada satu pertanyaan yang perlu kita tanyakan kepada diri kita masing-masing: Sudahkah kita berdoa dengan hati yang benar-benar tulus kepada Allah?
Karena kadang kita berdoa hanya dengan lisan, tetapi hati kita masih sibuk dengan dunia. Padahal, Allah mencintai doa yang lahir dari hati yang hancur, hati yang benar-benar merasa membutuhkan Tuhannya. Allah berfirman dalam Q.S. Gafir [40]: 60,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- khotbah jumat
- lailatul qadar
- 13 maret 2026





