TEHERAN, KOMPAS.TV - Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei memerintahkan selat Hormuz tetap ditutup.
Ia juga menyerukan agar negara tetangga Iran untuk menutup pangkalan militer AS, dan tak lagi menyediakan tempat bagi negara adidaya tersebut.
Hal itu diungkapkan Mojtaba Khamenei saat pidato perdana di TV Iran, namun sosoknya tak muncul.
Baca Juga: Rezim Kim Jong-un Dukung Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Kutuk Serangan AS-Israel
Pidatonya disampaikan oleh pembaca berita di TV tersebut.
Sebelumnya Mojtaba Khamenei dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang tewas karena serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Pada pidatonya, Kamis (12/3/2026), Mojtaba Khamenei menjanjikan Iran akan membalas setiap darah Rakyat Iran yang terbunuh pada perang melawan AS-Israel.
Mojtaba Khamenei dilaporkan terluka karena serangan AS-Israel, dan belum pernah muncul ke publik sejak terpilih sebagai pemimpin tertinggi Iran.
“Upaya memblokir Selat Hormuz tidak diragukan lagi harus terus digunakan,” bunyi pernyataan Mojtaba Khamenei dikutip dari Kantor Berita Iran, Tasnim.
“Studi telah dilakukan mengenai pembukaan front lain di mana musuh memiliki sedikit pengalaman dan akan sangat rentan, dan pengaktifannya akan dipertimbangkan jika situasi perang berlanjut dan sesuai dengan kebutuhan,” tambahnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Deni-Muliya
Sumber : Tasnim
- iran
- mojtaba khamenei
- selat hormuz
- pangkalan militer as
- amerika serikat





