Panic Buying di Vietnam, Antrean Panjang BBM Terlihat di Hanoi

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Hanoi: Antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar di Hanoi, Vietnam, dalam beberapa hari terakhir setelah harga BBM melonjak di atas 1 dolar AS per liter. Lonjakan harga dipicu ketegangan konflik di Timur Tengah yang mengguncang pasar energi global.

Rekaman pada Selasa, 10 Maret 2026, menunjukkan deretan sepeda motor dan mobil mengantre panjang sambil perlahan maju untuk mengisi bahan bakar. Beberapa stasiun bahkan terpaksa menutup layanan lebih awal dan memasang pemberitahuan kehabisan BBM akibat lonjakan permintaan.

Salah satu warga, Hoang Hiep, mengaku harus menunggu lama untuk mendapatkan bahan bakar.

“Saya sudah menunggu sejak pukul 18.30 dan sekarang sudah lewat pukul 19.00, tetapi masih belum mendapat giliran,” ucapnya, dikutip dari media Viory, Jumat, 13 Maret 2026.

Kenaikan harga BBM memicu kekhawatiran masyarakat terhadap dampak berantai pada harga kebutuhan pokok. Sejumlah warga menilai lonjakan harga energi dapat memperberat beban hidup sehari hari.

Harga bensin di Hanoi dilaporkan naik menjadi sekitar 29.120 dong Vietnam per liter atau sekitar USD1,11 sementara harga solar melampaui 30.700 dong per liter. Media lokal menyebutkan hingga 14 stasiun pengisian BBM menghentikan operasi sementara dan tujuh lainnya membatasi penjualan karena keterbatasan pasokan dan aksi panic buying.

Menanggapi situasi tersebut, Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Vietnam (MOIT) meminta perusahaan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah serta mengimbau warga tidak menimbun bahan bakar. Sementara itu, Perdana Menteri Pham Minh Chinh menghubungi pemerintah Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab untuk mencari tambahan pasokan minyak dan bahan bakar.

Lonjakan harga energi terjadi setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu serangan balasan dari Teheran di kawasan Teluk.

Ketegangan tersebut juga memengaruhi jalur vital pengiriman minyak dunia, yaitu Selat Hormuz, yang menjadi rute sekitar 20 persen perdagangan minyak global.

Konflik meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan operasi militer terhadap Iran pada 28 Februari. Dalam serangan itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas, dan putranya Mojtaba Khamenei kemudian dipilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran.

(Keysa Qanita)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kurang Hati-Hati, Pejalan Kaki Terpental Ditabrak Kereta di Kebon Jeruk
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Stafsus Menteri HAM Pantau Harga Pangan di Pasar Pabaeng-Baeng
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Pastikan Kesiapan Pasukan untuk Amankan Arus Mudik Lebaran 2026
• 4 jam lalujpnn.com
thumb
Polisi Sita 326 Kg Pasir Timah di Gudang di Desa Paku Babel
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Latihan Militer Gabungan AS–Korea “Freedom Shield” Dimulai, Ada Pergerakan Pasukan AS di Korea Selatan
• 23 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.