Bedah Editorial MI: Merawat Optimisme Publik Lewat Mudik

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

BAGAIMANAPUN dampak situasi global saat ini, pemerintah harus bisa memastikan mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar. Pemerintah tidak boleh menjadikan tensi geopolitik dunia sebagai pemakluman penyelenggaraan mudik tidak maksimal. Itu karena kegagalan atau keberhasilan mudik tahun ini akan berdampak psikologis yang besar bagi masyarakat.

Kelancaran dan keamanan mudik akan menjadi pendorong optimisme yang lebih ampuh daripada janji apa pun. Sebaliknya, ketidaklancaran mudik bisa membuat gamang dan berkurangnya kepercayaan.

Besarnya dampak mudik bagi situasi negara karena mudik memang bukan sekadar ritual keluarga. Sudah sejak lama pula, mudik Lebaran bukan hanya milik umat Islam. Ini menjadi momen liburan nasional. Tidak mengherankan kalau belum ada momen lain di negeri ini yang bisa menciptakan perputaran uang sebesar mudik Lebaran.

Pada Idulfitri 1447 Hijriah ini diprediksi 143 juta orang akan mudik. Perputaran uang yang dihasilkan mencapai sekitar Rp190 triliun. Angka jumlah pemudik itu menurun jika dibandingkan dengan realisasi tahun lalu yang mencapai 154 juta. Namun, dari nilai uang justru diperkirakan bakal naik ketimbang realisasi tahun lalu yang sekitar Rp180 triliun.

Meski dapat dipahami karena inflasi, bagaimanapun justru prediksi perputaran uang itu harus didukung untuk tercapai. Ini merupakan modal amat penting untuk menggerakkan roda ekonomi sampai ke pelosok. Prediksi masih ada sedikitnya 143 juta orang yang akan mudik, juga merupakan optimisme yang harus dijaga.

Tahun ini, faktor penentu kelancaran mudik tentunya ketersediaan BBM. Sejak awal perang Amerika Serikat-Israel versus Iran pecah hampir dua pekan lalu, pemerintah memang segera memastikan pasokan BBM aman hingga Lebaran.
 

Baca Juga :

Tim Monitor Mudik Metro TV Siap Pastikan Mudik Lebaran Lancar dan Aman


Namun, dengan kenyataan kemampuan penyimpanan BBM Indonesia hanya 21-25 hari, artinya Lebaran sudah menjadi titik kritis jika tanker minyak tidak juga datang. Kemarin, Pertamina telah mengonfirmasi bahwa dua kapal tanker yang sebelumnya diberitakan telah lolos dari Selat Hormuz, nyatanya bukan untuk dalam negeri kita.

Kapal PIS Paragon dan PIS Rinjani itu masing-masing melanjutkan pelayaran ke India dan Kenya untuk non-captive market (pasar terbuka). VLCC Pertamina Pride dan kapal tanker Gamsunoro yang diperuntukkan bagi Indonesia masih tertahan di kawasan Teluk Arab/Persia.

Kondisi genting tersebut menuntut lebih gencarnya diplomasi pemerintah, baik ke Iran, sebagai negara penguasa Selat Hormuz, maupun ke negara pemilik cadangan minyak lainnya, di luar kawasan itu. Kemampuan diplomasilah yang menjadi penentu kekuatan hubungan bilateral/multilateral di saat krusial ini.

Contoh nyatanya ialah Tiongkok, yang bahkan di saat perang ini masih mendapat kiriman 11,7 juta barel minyak dari Iran. Tiongkok membuktikan bukan sekadar aktif di berbagai forum internasional. Itu bukan untuk citra, melainkan memang efektif untuk kepentingan dalam negeri.

Di samping pekerjaan rumah besar mengamankan pasokan BBM itu, pemerintah juga harus menjamin kesiapan infrastruktur dan berbagai sarana transportasi. Kelaikan jalan, baik kondisi aspal maupun penerangan dan rambu, semestinya sudah rampung saat gelombang arus mudik pertama terjadi pada 14 Maret, atau esok.

Seluruh layanan transportasi juga harus memperhatikan prediksi cuaca dan imbauan BMKG dalam setiap perjalanannya. Keberhasilan penurunan tingkat kecelakaan sebesar 30% pada 2025 jika dibandingkan dengan di 2024, harusnya bisa dilanjutkan tahun ini.

Sekali lagi, pemerintah pusat maupun daerah harus menyadari bahwa keberhasilan mudik tahun ini amat strategis dan penting. Kesuksesan penanganan mudik kali ini akan menjadi momentum besar penguat optimisme, di tengah kondisi global yang sangat menantang dan penuh ketidakpastian.



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Target Market Cap Rp25.000 Triliun, Antara Ambisi OJK dan Realitas Pasar
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Eks Menag Gus Yaqut Ditahan KPK Usai Pemeriksaan Kasus Korupsi Kuota Haji
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Riset Sosiologi Sebut MBG Perkuat Solidaritas dan Semangat Belajar Siswa
• 19 jam laluokezone.com
thumb
WiFi Sering Lemot? Ini Alasan Router Tidak Boleh Berdekatan dengan TV
• 23 jam lalueranasional.com
thumb
TNI AD Sebut Kerja Siang Malam untuk Bangun 218 Jembatan dalam 2,5 Bulan
• 2 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.