Jakarta, tvOnenews.com - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Rismon Hasiholan Sianipar menemui Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka pada Jumat (13/3/2026).
Pertemuan antara Rismon dan Gibran digelar di Istana Wakil Presiden RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.
Berdasarkan pantauan di lokasi Rismon tiba sekitar pukul 09.55 WIB. Rismon hanya mengatakan maksud dan tujuannya untuk bersilaturahmi dengan Gibran.
"Silaturahmi saja lah," kata dia.
Sebelumnya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf yang disampaikan peneliti Rismon Sianipar kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo terkait penelitiannya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.
Gibran, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Kamis malam, mengatakan Ramadhan merupakan bulan yang baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.
"Bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat baik untuk saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan," ujar Gibran.
Wapres Gibran juga menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan klarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
Langkah tersebut dinilai telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Rismon Sianipar juga mendatangi kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta maaf soal penelitiannya dalam buku Jokowi’s White Paper.
“Seperti apa yang menjadi klarifikasi saya dalam satu dua hari ini, bahwa dalam dua bulan terakhir saya melanjutkan penelitian saya. Kalau dibilang mengkaji ulang, mempelajari kembali semua metodologi-metodologi yang saya tuliskan secara independen. Jadi saya garis bawahi, secara independen metodologi itu saya tuliskan sekitar 480-an halaman dari 700 halaman lebih di buku Jokowi’s White Paper,” katanya usai mengunjungi kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Dalam penelitian tersebut, ia mengaku ada beberapa temuan baru yang dipertanggungjawabkannya secara ilmiah dan akademik.
Salah satu temuannya yakni soal keaslian ijazah Jokowi. Menurut dia, beberapa yang menjadi objek kajian yakni emboss dan watermarks dalam ijazah. Termasuk tidak adanya hologram dalam ijazah tersebut.




