Bisnis.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menempatkan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai strategi utama mendorong pertumbuhan ekonomi daerah menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop/DP2KUKM) Provinsi Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih menyatakan momentum Lebaran menjadi panen bagi pelaku usaha, khususnya di sektor ritel, fashion, makanan, dan jasa logistik.
"Momentum Lebaran ini menjadi peluang emas bagi UMKM kita. Kami mendorong para pelaku usaha untuk tidak hanya mengandalkan bazar fisik, tetapi juga mengoptimalkan pemasaran digital agar produk lokal dapat menjangkau konsumen lebih luas," ujarnya dalam keterangan, Senin (9/3/2026).
Dia mengungkapkan bahwa beberapa strategi pemberdayaan UMKM yang dilakukan Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten/kota a.l penyelenggaraan Bazar Ramadan sebagai wadah pelaku UMKM memamerkan dan menjual produk dan mendorong digitalisasi dan pemasaran online untuk meningkatkan jangkauan pasar.
Kemudian, melakukan optimalisasi belanja pemerintah melalui kebijakan penggunaan APBN/APBD untuk produk UMKM lokal yang ditingkatkan menjelang Lebaran, dan program pendampingan usaha mikro yang fokus pada peningkatan kualitas kemasan dan manajemen keuangan agar lebih berdaya saing.
Lebih lanjut, Heni menjelaskan fokus sektor UMKM di Benua Etam saat Lebaran mencakup sektor ritel dan fashion dengan penjualan pakaian, hijab, dan perlengkapan ibadah yang meningkat dan sektor makanan dan kue kering dengan permintaan hampers dan makanan khas Lebaran yang melonjak drastis.
Baca Juga
- Kaltim Resmi Kembalikan Range Rover Mobil Dinas Gubernur, Dana Masuk Kas Daerah
- Jelang Lebaran, Bulog Kaltim Siapkan Stok Beras hingga 34.000 Ton
- Momentum Lebaran Jadi Harapan Ekonomi Kaltim di Tengah Ketegangan Global
"Sektor jasa, terutama logistik dan transportasi yang mengalami peningkatan aktivitas akibat distribusi barang dan mobilitas pemudik," katanya.
Adapun, Pemprov Kaltim berharap dapat memperkuat daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan perputaran ekonomi selama periode Lebaran 2026.





