Penulis: Wahyu Hidayat
TVRINew, Surabaya
Dewan Pengawas BPJS Kesehatan mengapresiasi layanan kesehatan RS Bhayangkara Polda Jatim. Yang menerapkan prinsip setara kepada pasien, baik umum, asuransi, maupun pengguna BPJS..
Anggota Dewas BPJS Kesehatan, Afif Johan saat sidak ke RS Bhayangkara, Selasa 10 Maret 2026, langsung meninjau sejumlah fasilitas yang dimiliki. Selain itu, juga menyapa para pasien yang sedang rawat inap peserta BPJS.
"Kami apresiasi untuk Rumah Sakit Bayangkara, telah memberikan pelayanan yang begitu baik kepada masyarakat tanpa ada diskriminasi dan juga layanan yang berkualitas," puji Afif dikutip, Jumat, 13 Maret 2026.
Afif menilai pelayanan setara ini merupakan komitmen Polri yang bagus. Bahkan bisa menjadi contoh baik yang patut ditiru bagi Rumah Sakit lain khususnya Rumah Sakit Bayangkara di kota lainnya.
"Karena kami apresiasi atas layanan kesehatan yang diberikan oleh Rumah Sakit Bayangkara, Kota Surabaya," jelasnya.
Pada Kunjungan Pengawasan Lapangan (KPL) kali ini, Dewas BPJS Kesehatan meninjau RSUD dr. Soetomo Surabaya dan RS Bhayangkara Polda Jatim. Dengan inovasi dan digitalisasi, antrean pasien tidak ditemukan keluhan di dua RS ini.
"Kebetulan KPL kali ini di Rumah Sakit Dr. Sutomo maupun di Rumah Sakit Bayangkara semuanya sangat bagus. Keluhan mengenai antrean melalui mobil JKN yang begitu besar tidak terjadi di Rumah Sakit Sutomo maupun di Rumah Sakit Bayangkara," tandasnya.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokes) Polda Jatim, Kombes Pol Wahono Edhi, menekankan pentingnya kualitas layanan. Ia berharap para peserta BPJS Kesehatan, memilih RS Pemerintah.
"Tolong perbaikan cakupan, perluas layanan, tambah tempat tidur, jangan sampai pasien pasien BPJS pindah ke swasta," katanya.
Bukan tanpa alasan, pihaknya khawatir, jika pasien BPJS berada di RS swasta, ada aturan tertentu yang membuat layanan kesehatan kurang optimal. Seperti obat habis, obat belum tersedia, atau penambahan biaya.
"Saya takut nanti pasien pasien BPJS, mayoritas kurang mampu, ada dengan berbagai cara, mungkin, yang obat habis, yang obat kosong, segala macam lah. Dihitung dulu, enggak cukup dirujuk, sehingga mempersulit pasien," terangnya.
Oleh karenanya, ia tidak mau RS Bhayangkara melakukan modus semacam itu. Sehingga, perbanyak tempat tidur, perbaiki layanan, serta mengutamakan pelayanan pasien BPJS, menjadi prioritas RS Bhayangkara.
"Karena mayoritas keluarga, bahkan semua keluarga besar kami, polisi, juga menggunakan BPJS. Sehingga kita membagusi rumah sakit, membagusi pelayanan BPJS, sebenarnya kita juga membagusi pelayanan kepada keluarga besar polri," tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





