JAKARTA, DISWAY.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polri tak hanya fokus pada pengamanan jalur mudik, tetapi juga "jemput bola" memerhatikan kondisi fisik masyarakat.
Melalui kegiatan bakti kesehatan serentak, korps Bhayangkara memberikan akses pelayanan medis cuma-cuma sebagai bagian dari pendekatan humanis kepolisian.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo meninjau langsung pelaksanaan program ini yang digelar bersamaan dengan Gerakan Pangan Murah di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (13/3).
BACA JUGA:AHY Lepas Ribuan Driver Ojol Ikut GoMudik Gratis GoTo di Terminal Pulo Gebang
Menurutnya, instruksi Kapolri sangat jelas: pastikan kebutuhan pangan dan kesehatan masyarakat terpenuhi sekaligus.
"Kita menyelenggarakan kegiatan bakti kesehatan untuk melayani semua kebutuhan masyarakat. Jadi, tidak hanya urusan perut lewat pangan murah, tapi juga kesehatan fisiknya harus prima," ujar Komjen Dedi di hadapan awak media.
Di wilayah hukum Polda Metro Jaya saja, tercatat sebanyak 3.000 orang memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.
Antusiasme terlihat sejak pagi, di mana masyarakat dari berbagai kalangan mengantre untuk mendapatkan pemeriksaan.
BACA JUGA:Temui Gibran di Istana Wapres, Rismon Sianipar Akui Ijazah Jokowi Asli
Layanan yang diberikan meliputi:
- Pemeriksaan Kesehatan Umum: Cek tensi, gula darah, dan kondisi fisik lainnya.
- Konsultasi Medis: Penanganan langsung oleh tim ahli dari kedokteran dan kesehatan (Dokkes) Polri.
- Pemberian Obat-obatan: Diberikan sesuai dengan diagnosa dokter di lapangan.
Kegiatan ini secara khusus menyasar mereka yang memiliki intensitas aktivitas tinggi di lapangan namun sering kali luput memerhatikan kesehatan.
Target utamanya adalah pengemudi ojek online (ojol), buruh, hingga anggota organisasi kemasyarakatan (ormas).
BACA JUGA:Ketua DPRD Minta Operasional RDF Rorotan Dioptimalkan Usai Sampah di Bantergebang Longsor
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, yang turut hadir dalam sinergi tersebut, menilai langkah Polri ini sebagai strategi cerdas menjaga ketahanan masyarakat.
"Ini adalah bentuk kehadiran negara. Kita ingin masyarakat menyambut Idul Fitri dengan beban ekonomi yang ringan berkat pangan murah, sekaligus kondisi tubuh yang bugar," kata Rizal.
- 1
- 2
- »





