JAKARTA-- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Posko Nasional Sektor ESDM untuk periode Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 2026. Posko yang berlangsung mulai 12 hingga 31 Maret 2026 ini bertujuan memastikan pasokan energi tetap aman selama masa mudik dan perayaan Lebaran.
Dalam pembukaan posko di Gedung BPH Migas, Jakarta, Kamis (12/3), PT PLN (Persero) menyatakan kesiapan menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus memperkuat infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) untuk mendukung mobilitas pemudik.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan posko nasional tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi dan pemantauan agar pasokan energi tetap tersedia dan mudah diakses masyarakat.
“Yang utama adalah memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Energi harus tersedia secara cukup dan dapat diakses oleh semua pihak,” ujar Yuliot.
Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2026 Erika Retnowati menambahkan sinergi seluruh pemangku kepentingan di sektor energi menjadi kunci dalam mengantisipasi berbagai potensi kendala selama periode Lebaran.
“Melalui kolaborasi antarinstansi, kami berharap masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman,” katanya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan sistem kelistrikan nasional dalam kondisi aman dan terkendali selama periode RAFI 2026.
Beban puncak listrik diproyeksikan mencapai 47,20 gigawatt (GW), sementara daya mampu pasok pembangkit mencapai 51,61 GW sehingga terdapat cadangan daya sekitar 4,41 GW atau 9,3 persen.
Untuk menjaga keandalan sistem, PLN menyiagakan sekitar 72 ribu personel yang ditempatkan di 4.137 posko siaga di seluruh Indonesia.
Petugas didukung berbagai peralatan, antara lain 2.005 unit genset, 773 unit uninterruptible power supply (UPS), 1.349 unit gardu bergerak, 429 truk crane, serta ribuan kendaraan operasional.
“Kami memastikan setiap sistem kelistrikan, baik nasional maupun regional, berada dalam kondisi aman dan andal selama periode Ramadan dan Idulfitri,” kata Darmawan.
Selain itu, PLN juga mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan listrik saat mudik Lebaran. Tahun ini jumlah pemudik pengguna kendaraan listrik diperkirakan mencapai lebih dari 23 ribu unit atau meningkat sekitar 1,6 kali lipat dibandingkan 2025.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, PLN menyediakan 1.681 unit SPKLU di 994 lokasi sepanjang jalur mudik utama Trans Sumatra, Jawa, dan Bali. Secara nasional, PLN bersama mitra telah menyiapkan total 4.769 unit SPKLU di 3.097 titik strategis.
PLN juga menyiapkan 15 unit SPKLU mobile serta lebih dari 5.000 personel yang bersiaga selama 24 jam guna memastikan layanan pengisian daya berjalan lancar.
Pemudik kendaraan listrik dapat memanfaatkan fitur Trip Planner dan AntreEV melalui aplikasi PLN Mobile untuk memantau lokasi serta antrean pengisian daya secara real time. Layanan bantuan juga tersedia melalui hotline WhatsApp SPKLU di nomor 0877-71112-123.
- 1
- 2
- »





