Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mengatakan status Siaga 3 sudah cukup untuk memastikan keamanan masyarakat, sekaligus menjaga efisiensi penggunaan sumber daya TNI.
Dia mengatakan penyesuaian status siaga oleh TNI dari level 1 menjadi level 3 merupakan langkah yang tepat dan proporsional. Kesiapsiagaan, kata dia, memang harus disesuaikan dengan dinamika ancaman dan kebutuhan aktual di lapangan.
"Kami menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal level angka, melainkan bagaimana TNI mampu merespons setiap potensi ancaman dengan cepat, terukur, dan efektif," kata Dave di Jakarta, Jumat.
Untuk itu, menurut dia, Komisi I DPR RI mendukung langkah TNI yang tetap menjaga kewaspadaan tetapi tidak berlebihan, sehingga pasukan dapat fokus pada tugas pengamanan yang paling relevan.
Dia pun yakin bahwa penyesuaian itu mencerminkan kesiapan TNI yang matang dan penuh tanggung jawab.
Dengan strategi yang terukur, menurut dia, TNI tetap mampu menjalankan perannya sebagai garda terdepan pertahanan negara.
"Kebijakan ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya sigap menghadapi ancaman, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa keamanan nasional dapat terjaga dengan baik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan saat ini jajaran TNI AD menerapkan pengamanan siaga tiga setelah sebelumnya menerapkan siaga satu sesuai dengan telegram Panglima TNI.
Penerapan konsep siaga tiga itu dilakukan untuk memperkuat kesiapan pasukan untuk mengamankan wilayah di masa Lebaran.
"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri," kata Donny saat bertemu awak media di Mabes TNI AD, Kamis (12/3).
Dia mengatakan penyesuaian status siaga oleh TNI dari level 1 menjadi level 3 merupakan langkah yang tepat dan proporsional. Kesiapsiagaan, kata dia, memang harus disesuaikan dengan dinamika ancaman dan kebutuhan aktual di lapangan.
"Kami menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal level angka, melainkan bagaimana TNI mampu merespons setiap potensi ancaman dengan cepat, terukur, dan efektif," kata Dave di Jakarta, Jumat.
Untuk itu, menurut dia, Komisi I DPR RI mendukung langkah TNI yang tetap menjaga kewaspadaan tetapi tidak berlebihan, sehingga pasukan dapat fokus pada tugas pengamanan yang paling relevan.
Dia pun yakin bahwa penyesuaian itu mencerminkan kesiapan TNI yang matang dan penuh tanggung jawab.
Dengan strategi yang terukur, menurut dia, TNI tetap mampu menjalankan perannya sebagai garda terdepan pertahanan negara.
"Kebijakan ini menunjukkan bahwa TNI tidak hanya sigap menghadapi ancaman, tetapi juga menumbuhkan optimisme bahwa keamanan nasional dapat terjaga dengan baik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman," katanya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan saat ini jajaran TNI AD menerapkan pengamanan siaga tiga setelah sebelumnya menerapkan siaga satu sesuai dengan telegram Panglima TNI.
Penerapan konsep siaga tiga itu dilakukan untuk memperkuat kesiapan pasukan untuk mengamankan wilayah di masa Lebaran.
"Kita melaksanakan kegiatan siaga tiga karena juga kita akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri," kata Donny saat bertemu awak media di Mabes TNI AD, Kamis (12/3).





