Merawat Ingatan Masjid Taqwa Sekayu

kompas.id
5 jam lalu
Cover Berita

Surya lesap di kaki langit. Adzan maghrib menggema dari sudut gang sempit. Warga satu per satu berdatangan, meneguk segelas air, lalu turut serta dalam saf yang kian memanjang. Surat demi surat dibacakan, ucapan ”amin” pun memecah keheningan Masjid Taqwa Sekayu yang terhimpit permukiman di Kampung Sekayu, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Senin (2/3/2026) petang, suasana masjid tak begitu ramai. Beberapa saf jemaah memanjang di antara empat tiang penyangga berbahan kayu jati. Strukturnya tampak kokoh dengan warna coklat berkilat. Untuk menjaga ketahanan kayu tua yang masih asli, lapisan kayu baru serupa tabung menyelubungi tiang peninggalan abad ke-15 tersebut.

Berdiri tahun 1413, Masjid Taqwa Sekayu bermula dari misi besar penyebaran Islam di Tanah Jawa. Berdasarkan sejarah lisan yang dijaga turun-temurun, Sunan Gunung Jati mengutus seorang santri bernama Kiai Kamal untuk mengumpulkan pasokan kayu jati unggulan. Dari sejumlah wilayah di Kendal, Grobogan, Surakarta, hingga Wonogiri, kayu-kayu itu dikumpulkan untuk membangun Masjid Agung Demak.

”Sekayu dipilih sebagai lokasi penampungan sentral karena letaknya di atas bukit yang sangat strategis. Waktu itu kawasannya berdekatan dengan Pelabuhan Pragota yang sekarang menjadi daerah Mugas,” ucap Ketua Takmir Masjid Taqwa Sekayu Kurnia Fachrurozi.

Masjid Taqwa Sekayu dibangun tahun 1413 dan menjadi salah satu masjid tertua di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Masjid ini didirikan Kiai Kamal, ulama asal Cirebon yang datang sebagai utusan Sunan Gunung Jati untuk membantu dakwah dan proses pembangunan Masjid Agung Demak.

Dahulu, kawasan Sekayu dikenal sebagai tempat pengumpulan kayu jati yang digunakan untuk membangun Masjid Agung Demak.

Pada masa itu, Kiai Kamal membangun surau sederhana di kawasan penampungan kayu. Beratap ilalang serta berlantai tanah, bangunan sederhana itu terbuat dari batang bambu. Lambat laun, surau kecil itu menjadi tempat berkumpul masyarakat sekitar. Kisah ini yang kemudian diyakini warga setempat sebagai cikal bakal kehidupan sosial dan permukiman di Kampung Sekayu.

Pusat pemerintahan

Menurut penggiat sejarah Semarang, Johanes Christiono, Masjid Taqwa Sekayu juga pernah berperan sebagai masjid di pusat pemerintahan Kadipaten Semarang era 1600-an sebelum berpindah ke wilayah Kauman. Sekayu menjadi pusat pemerintahan setelah pindah dari Gabahan dan sebelum pindah ke Kanjengan. Polanya dinilai jelas, karena pusat kadipaten kerap berdekatan dengan masjid, lapangan, atau alun-alun.

Perubahan zaman yang berlangsung cepat, lambat laun mengikis ingatan kolektif masyarakat serta jejak peninggalan sejarah. Memasuki dekade 1970-an, ketika berbagai tradisi komunal lama mulai memudar, sejumlah artefak yang pernah menjadi bagian dari masjid pun perlahan hilang atau tidak lagi terawat. Salah satu arefak itu adalah beduk jati asli peninggalan masjid yang sempat hilang hingga kemudian terlacak berada di sebuah masjid di kawasan Pedurungan.

Kini, para pengurus dan pemuda masjid terus berupaya merawat sisa-sisa peninggalan Kiai Kamal. Selain soko empat, tiga daun pintu kayu tebal di bagian depan serta kubah masjid masih dipertahankan keasliannya. Sebuah sumur kuno, yang tadinya berada di area luar halaman untuk berwudu, kini dirawat dan posisinya menyatu di dalam area bangunan yang telah diperluas (Kompas, 13/3/2026).

Zaman terus bergerak, tetapi kisah tentang Masjid Taqwa Sekayu tetap hidup dalam ingatan warga. Dari sana, sejarah, tradisi, dan kehidupan masyarakat Sekayu saling bertaut. Mereka percaya, sebuah kampung pernah tumbuh dari surau kecil yang menyatukan warganya.

Baca JugaMengetuk Pintu Langit dari Bawah Basemen Apartemen
Baca JugaMengunjungi Empat Masjid Tua di Kampung Arab Pekojan Kala Ramadhan
Baca JugaIstiqlal dari Masa ke Masa


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suzuki Pastikan e-Vitara Diterima Konsumen Sebelum Lebaran
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Hari Ini, Eks Sekretaris MA Nurhadi Hadapi Tuntutan Gratifikasi dan TPPU
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Valentino Rossi: Francesco Bagnaia Kehilangan Arah Sejak Marquez Datang ke Ducati
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Ini Susunan Dewan Komisaris dan Direksi FIF Terbaru dari RUPS 2026
• 11 jam lalubisnis.com
thumb
Wacana Defisit APBN di Atas 3 Persen Mencuat, Said Abdullah: Pemerintah Belum Sampaikan ke DPR
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.