Amartha Dorong Pemberdayaan Desa Lewat Platform Donasi Digital Amartha Empower

medcom.id
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: Tingginya semangat berbagi masyarakat Indonesia kembali tercermin dalam berbagai laporan global. Berdasarkan data World Giving Index, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi di dunia dalam beberapa tahun terakhir.
 
Di tengah tren tersebut, pemanfaatan donasi publik kini tidak hanya difokuskan pada bantuan darurat, tetapi juga mulai diarahkan untuk mendukung program sosial jangka panjang, termasuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
 
Baca juga: Cuan Sekaligus Berdampak, Impact Investment Jadi Pilihan di Era Ekonomi Menantang

Melihat potensi tersebut, Amartha meluncurkan platform penggalangan dana bernama Amartha Empower. Portal ini berada di bawah naungan Amartha.org, yayasan yang dibentuk perusahaan untuk memperluas dampak sosial dari ekosistem layanan keuangan digital yang mereka bangun.
 
Peluncuran platform tersebut menjadi bagian dari upaya Amartha memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di wilayah perdesaan. Inisiatif ini memanfaatkan pengalaman Amartha selama lebih dari 16 tahun dalam mendampingi pelaku usaha mikro.

Hingga kini, Amartha telah melayani lebih dari 3,7 juta pelaku UMKM yang tersebar di lebih dari 50.000 desa di berbagai wilayah Indonesia. Melalui Amartha Empower, perusahaan ingin memperluas dampak pemberdayaan tersebut dengan melibatkan partisipasi masyarakat melalui donasi, zakat, dan sedekah.
 
Ketua Amartha, Aria Widyanto, menjelaskan sejak berdiri pada 2010, Amartha mengembangkan model gotong royong dengan menghubungkan investor dengan jutaan perempuan pelaku usaha mikro di desa melalui akses pembiayaan.
 
Menurutnya, kemajuan ekonomi masyarakat desa akan lebih cepat terwujud jika mereka tidak hanya memperoleh akses modal, tetapi juga dukungan dari komunitas yang lebih luas.
Melalui Amartha Empower, semangat gotong royong tersebut diharapkan dapat diperluas ke ranah donasi publik. 
 
Kontribusi masyarakat nantinya akan disalurkan ke berbagai program pemberdayaan yang membantu pelaku usaha desa memperkuat bisnis, memulihkan penghidupan setelah krisis, serta menciptakan peluang ekonomi baru.
 
“Melalui Amartha Empower, kami ingin membawa semangat yang sama ke ranah donasi publik. Dengan dukungan jaringan Amartha yang telah menjangkau lebih dari 50.000 desa, kontribusi publik akan dihubungkan dengan berbagai program pemberdayaan yang membantu masyarakat desa memperkuat usaha, memulihkan penghidupan, dan menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan,” ujar dia.  Perluas Pengelolaan Dana Sosial Secara Digital Sebagai bagian dari penguatan tata kelola dana sosial, Amartha Empower juga telah memperoleh izin sebagai Unit Pengumpul Zakat (UPZ) pada 2025 dari Badan Amil Zakat Nasional.
 
Status ini memungkinkan platform tersebut menghimpun dan menyalurkan dana zakat, donasi, serta sedekah secara lebih terstruktur dan akuntabel. Selain itu, keberadaan UPZ juga memperluas akses masyarakat untuk berkontribusi melalui kanal digital.
 
Pimpinan Bidang Pengumpulan BAZNAS, Rizaludin Kurniawan, mengatakan penunjukan yayasan Amartha sebagai UPZ diharapkan dapat mempermudah karyawan, mitra, serta jaringan ekosistem Amartha dalam menyalurkan zakat secara amanah dan profesional.
 
Ia menambahkan optimalisasi penghimpunan dana sosial, termasuk melalui platform digital, diharapkan dapat memperbesar dampak program pemberdayaan bagi masyarakat yang membutuhkan.
 
“Melalui UPZ ini, kami berharap penghimpunan dana zakat, donasi, dan sedekah dapat semakin optimal, termasuk melalui kanal digital, sehingga penyalurannya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas dia.  Dampak Nyata dari Program Sosial Salah satu implementasi program Amartha Empower terlihat dalam upaya pemulihan wilayah yang terdampak banjir di Aceh dan Sumatra. Dari total dana yang berhasil dihimpun sekitar Rp2,5 miliar, berbagai bantuan disalurkan kepada lebih dari 32.000 mitra UMKM yang terdampak bencana.
 
Bantuan tersebut meliputi distribusi logistik, renovasi sekolah, penyediaan air bersih, layanan dapur umum, hingga perlengkapan tidur dan kebutuhan kebersihan. Selain itu, program juga mencakup pendampingan psikososial bagi perempuan dan anak-anak yang terdampak.
 
Menurut Aria, pengalaman mendampingi masyarakat pascabencana menunjukkan bahwa ketangguhan masyarakat sering kali muncul dari kekuatan kolektif warga.
 
Ia mencontohkan proses pemulihan infrastruktur irigasi yang rusak melalui kerja sama masyarakat setempat. Saluran irigasi yang telah diperbaiki kini kembali mengairi sekitar 53 hektare sawah dan 30 hektare ladang milik 735 warga di Kabupaten Agam.
 
Dalam beberapa bulan mendatang, aktivitas pertanian di wilayah tersebut diperkirakan pulih dengan potensi nilai panen mencapai sekitar Rp3,8 miliar.
 
Salah satu penerima manfaat sekaligus mitra Amartha di Jorong Toboh, Kabupaten Agam, Ira, mengungkapkan bantuan tersebut sangat membantu warga untuk bangkit setelah bencana.
 
Ia menyampaikan selain memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, perbaikan irigasi juga memungkinkan para petani kembali menanam sehingga mata pencaharian mereka dapat pulih.
 
“Selain membantu memenuhi kebutuhan mendesak warga, perbaikan saluran irigasi juga memungkinkan sawah dan ladang kami kembali dialiri air sehingga para petani dapat kembali menanam dan memulihkan mata pencaharian,” tegas dia. 
 
Ke depan, Amartha membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak agar semakin banyak program pemberdayaan masyarakat dapat diwujudkan melalui Amartha Empower.
 
Menurut Aria, platform ini tidak hanya dirancang sebagai sarana penggalangan dana, tetapi juga sebagai kelanjutan dari misi utama perusahaan dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
 
Melalui kerja sama dengan berbagai pihak, Amartha berharap setiap kontribusi publik dapat diarahkan untuk membangun peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi pelaku usaha mikro di perdesaan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kendaraan Mulai Padati Tol Cikampek dan Tol Dalam Kota | KOMPAS MALAM
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Jalan Akses Perumahan Dipersoalkan, Ahli Waris Nimah Ara Ingatkan Pengembang Lymo House
• 12 jam lalueranasional.com
thumb
Pejambon Iftar 2026, Menlu Sugiono Tekankan Pentingnya Solidaritas Antarnegara
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Menggerakkan Kakinya saat Duduk
• 5 jam lalubeautynesia.id
thumb
Pemerintah Waspadai Krisis Polusi Udara Pasca-Musim Hujan
• 7 menit lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.