Koperasi Pesantren Dinilai Berpotensi Jadi Motor Ekonomi Syariah

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Harian Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah (PP MES), Ferry Juliantono, menilai masa depan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada sektor keuangan syariah dan industri halal.

Menurutnya, ekonomi syariah perlu masuk lebih dalam ke sektor riil sebagai kekuatan produksi, perdagangan, dan distribusi di tengah masyarakat.

Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koperasi, Ferry juga menyoroti potensi besar koperasi pondok pesantren sebagai motor penggerak ekonomi umat. Pesantren dinilai memiliki ekosistem yang kuat, mulai dari sumber daya manusia, komunitas yang solid, hingga kebutuhan ekonomi yang nyata.

“Dari pesantren kita bisa membangun model pengembangan sektor riil ekonomi syariah, mulai dari produksi hingga jejaring usaha yang berkelanjutan,” katanya dalam siaran pers, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, momentum Ramadan yang dinilai sebagai ruang silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dimanfaatkan oleh Pengurus Pusat MES melalui agenda buka puasa bersama yang berlangsung pada Jumat (13/3).

Kegiatan yang dituanrumahi Bank Syariah Indonesia ini turut dihadiri Wakil Presiden RI Ke 13 K.H Ma’ruf Amin, Ketua Umum dan Ketua Harian Pengurus Pusat MES terpilih serta para tokoh dan pemangku kepentingan ekonomi dan keuangan syariah terkait.

Baca Juga

  • Jabar Bisa Jadi Pionir Pengembangan Ekonomi Syariah Nasional
  • Sektor Halal dan Perbankan Bisa Dorong Ekonomi Syariah RI hingga 5,7%
  • Langkah Berat Ekonomi Syariah

Ketua Umum Pengurus Pusat MES, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa Ramadan menjadi momentum penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus meneguhkan komitmen dalam mendorong pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Rosan juga menyoroti dinamika global yang tengah berlangsung, termasuk ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Kondisi tersebut dinilai berdampak pada stabilitas ekonomi global, mulai dari ketidakpastian harga energi hingga volatilitas pasar keuangan.

“Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian seperti sekarang, kita membutuhkan fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional karena membawa nilai keadilan, keseimbangan, serta keberpihakan kepada sektor riil,” ujar Rosan.

Pengembangan ekonomi syariah, lanjut Rosan, membutuhkan kolaborasi luas seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku industri, lembaga keuangan, akademisi, ulama, hingga organisasi masyarakat.

“Ketika seluruh pemangku kepentingan dapat berjalan bersama dalam satu semangat yang sama, kita akan mampu membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KCIC Operasikan Lagi 62 Perjalanan Whoosh Mulai 14 Maret
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar Negara Timur Tengah Dihujani Rudal Neraka Iran
• 9 jam lalusuara.com
thumb
Perang di Timur Tengah Meluas! Harga Minyak dan Rantai Industri Kimia di Tiongkok Tertekan Seperti Lonjakan Bahan Baku Plastik
• 14 jam laluerabaru.net
thumb
Bos Judol Oei Hengky Wiryo Kelola 14 Situs Sejak 2018, Hasilkan Rp 530 Miliar
• 10 jam lalukompas.com
thumb
Polda Banten Sekat Arus Mudik 2026 di Pelabuhan Merak
• 37 menit lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.