Penulis: Yudha Marutha
TVRINews, Denpasar
Polda Bali mengerahkan 2.169 personel untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah di seluruh wilayah Bali. Pengamanan dilakukan melalui Operasi Ketupat Agung 2026 yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Operasi ini difokuskan pada pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran serta menjaga situasi tetap kondusif selama rangkaian perayaan Nyepi dan Idulfitri. Kapolda Bali Daniel Adityajaya menyampaikan hal tersebut saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Agung 2026 di Lapangan Iptu Sutardjo, Mako Brimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar, Kamis sore. Apel ditandai penyematan pita operasi kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya pengamanan.
“Operasi ini dilaksanakan untuk menjamin keamanan dan kelancaran masyarakat selama arus mudik dan arus balik Lebaran, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif menjelang, saat, hingga setelah rangkaian Hari Raya Nyepi dan Idulfitri,” ujarnya, Jumat, 13 Maret 2026.
Operasi Ketupat Agung merupakan agenda rutin kepolisian menjelang Lebaran yang bertujuan memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama masa libur panjang.
Selain melibatkan ribuan personel kepolisian, pengamanan juga didukung unsur TNI, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait untuk memperkuat pengawasan di berbagai titik strategis.
Gubernur Bali Wayan Koster yang hadir dalam apel tersebut menilai momentum Nyepi dan Idulfitri yang berdekatan tahun ini memerlukan pengamanan terpadu agar aktivitas masyarakat tetap berjalan aman dan tertib.
Dalam operasi tersebut, Polda Bali menyiapkan 31 pos pengamanan yang tersebar di berbagai wilayah. Pos tersebut terdiri atas 15 pos pengamanan, 11 pos pelayanan, dan lima pos terpadu yang memberikan layanan informasi, pengamanan, hingga bantuan darurat bagi masyarakat.
Pengamanan difokuskan pada berbagai objek vital serta lokasi yang berpotensi menjadi pusat keramaian selama libur panjang. Tercatat 256 masjid, 539 musala, dan 351 lokasi pelaksanaan salat Idulfitri mendapat pengamanan.
Selain itu, aparat juga mengamankan 308 titik kegiatan malam takbiran, kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, delapan pelabuhan penyeberangan, serta 11 terminal.
Pengawasan turut diperkuat di sejumlah destinasi wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan, termasuk 77 objek wisata, 59 pasar tradisional, tujuh pasar modern, serta 37 pusat perbelanjaan.
Kepolisian memprediksi mobilitas masyarakat di Bali meningkat menjelang Nyepi dan Idulfitri, terutama pada jalur transportasi darat, laut, dan udara. Koordinasi lintas instansi terus diperkuat untuk menjaga keamanan serta kenyamanan masyarakat selama menjalankan aktivitas keagamaan maupun perjalanan mudik.
Melalui Operasi Ketupat Agung 2026, kepolisian berharap seluruh rangkaian perayaan keagamaan di Bali berlangsung aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di daerah tujuan wisata internasional tersebut.
Editor: Redaksi TVRINews





