Pemerintah Targetkan Impor Energi ke Depan Hanya Minyak Mentah

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Krisafika Taraisya Subagio

TVRINews, Jakarta

Pemerintah menargetkan penguatan sektor energi nasional dengan mendorong peningkatan kapasitas kilang dalam negeri, sehingga impor energi di masa depan diharapkan hanya berupa minyak mentah atau crude oil.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jumat, 13 Maret 2026.

Bahlil menjelaskan, saat ini Indonesia masih melakukan impor beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) jadi, khususnya bensin. Impor tersebut berasal dari sejumlah negara seperti Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura.

Namun ke depan, pemerintah menargetkan agar kebutuhan BBM dapat dipenuhi dari produksi kilang dalam negeri. Dengan demikian, impor energi hanya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan minyak mentah yang kemudian diolah di dalam negeri.

"Ke depan memang tidak ada cara lain, kita harus mengembangkan refinery kita, kilang-kilang kita untuk semua kita produksi dalam negeri. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja," ujar Bahlil, dikutip dari Tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Jumat, 13 Maret 2026.

Ia menambahkan, selisih antara kebutuhan minyak mentah nasional dan kemampuan produksi dalam negeri atau lifting akan menjadi bagian yang perlu dipenuhi melalui impor.

Kemudian, Bahlil juga mencontohkan keberadaan proyek pengembangan kilang yang telah selesai, seperti proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di Balikpapan yang telah diresmikan sebelumnya oleh Presiden.

Menurutnya, keberadaan kilang tersebut membantu menekan impor energi nasional, termasuk mengurangi impor bensin sekitar 5,5 juta ton dan impor solar sekitar 3,5 juta ton.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan diversifikasi sumber pasokan minyak mentah dari berbagai negara. Saat ini sebagian impor crude berasal dari kawasan Timur Tengah, sementara sisanya dipasok dari negara lain seperti Angola, Nigeria, Brasil, Amerika Serikat, dan Malaysia.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan pasokan energi tetap stabil di tengah dinamika pasar energi global.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komitmen BGN: MBG Saat Lebaran Tetap Berjalan untuk Ibu Hamil dan Balita
• 10 jam lalunarasi.tv
thumb
Di Balik Deretan OTT Kepala Daerah, NasDem Soroti Efek Jera dan Upaya Pencegahan
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Liverpool Diam-Diam Dekati Michael Olise untuk Gantikan Mohamed Salah, Bayern Langsung Nego Kontrak Baru
• 12 jam laluharianfajar
thumb
Hello Mr. Trump, Begini Cara Islam Menaklukkan Iran Persia
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Puan Maharani: Revisi UU Hak Cipta Akan Perkuat Perlindungan Karya Jurnalistik
• 11 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.