Knetz Sebut Seating Map Konser BTS Gwanghwamun Mustahil Ditonton, Netflix Jadi Pilihan Realistis

mediaindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita

RENCANA kembalinya BTS ke panggung musik dunia melalui konser gratis bertajuk “BTS THE COMEBACK LIVE: ARIRANG” pada 21 Maret 2026 mendatang justru menuai polemik. Alih-alih disambut antusiasme penuh, pembagian denah tempat duduk (seating map) di kawasan Gwanghwamun Square memicu kritik tajam dari netizen Korea (Knetz).

Layout Memanjang Lewati Dua Patung Bersejarah

Berdasarkan data yang dihimpun, seating plan konser ini akan membentang sangat panjang, melintasi persimpangan Sejong-daero hingga area Taepyeong-ro di dekat Seoul Plaza. Panggung utama diperkirakan akan dipasang di sisi utara Gwanghwamun Square, menghadap ke arah selatan yang dipadati kursi penonton.

Uniknya, susunan tempat duduk ini akan melintasi dua ikon sejarah paling simbolis di Korea Selatan, yaitu Patung Raja Sejong dan Patung Yi Sun-shin. Dari total 27 ribu kursi yang disiapkan, sekitar 13 ribu kursi berada di area Taepyeong-ro, yang secara teknis berada sangat jauh dari jangkauan pandang visual panggung utama.

Baca juga : Panduan Nonton BTS Arirang Netflix 21 Maret 2026: Link, Jam Tayang, dan Cara Langganan

Informasi Kunci Konser BTS ARIRANG:

  • Tanggal: 21 Maret 2026
  • Waktu: 20.00 KST (18.00 WIB)
  • Lokasi: Gwanghwamun Square, Seoul
  • Kapasitas Kawasan: Estimasi 260.000 orang
  • Platform Streaming: Netflix
Kritik Knetz: "Hanya Bisa Melihat Punggung Orang"

Kritik pedas bermunculan di berbagai komunitas daring Korea. Banyak netizen menilai bahwa susunan tempat duduk yang memanjang tersebut tidak efektif untuk sebuah pertunjukan musik. Jarak antara kursi di Taepyeong-ro dengan panggung utama dinilai terlalu jauh, bahkan jika dibantu dengan layar besar (LED).

"Lebih baik menonton secara daring daripada harus duduk di sana dan tidak melihat apa-apa," tulis salah satu komentar netizen yang populer di situs komunitas. Beberapa lainnya mengkhawatirkan bahwa monumen besar seperti Patung Raja Sejong justru akan menghalangi pandangan penonton di baris tengah.

Baca juga : Profil Hamish Hamilton: Sutradara Super Bowl di Balik Comeback BTS 2026

Keamanan Ketat di Jantung Seoul

Mengingat skala acara yang melibatkan ratusan ribu orang di ruang publik terbuka, Pemerintah Metropolitan Seoul turun tangan langsung. Perwakilan pemerintah menyatakan telah berkonsultasi intensif dengan HYBE Labels terkait pengendalian kerumunan (crowd control) dan pembatasan lalu lintas di Sejong-daero.

Selain konser, kembalinya BTS juga ditandai dengan peluncuran album studio "ARIRANG" pada 20 Maret, diikuti dengan film dokumenter "BTS: The Return" di Netflix, serta proyek kota "THE CITY ARIRANG SEOUL" yang berlangsung hingga April 2026.

Bagi para penggemar global, penampilan langsung selama satu jam ini tetap dapat dinikmati dengan kualitas terbaik melalui siaran langsung Netflix di lebih dari 190 negara pada waktu yang sama.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PAM Jaya Pastikan Gangguan Kelistrikan IPA Pejompongan II Telah Diatasi
• 13 jam laludetik.com
thumb
Operasi Ketupat 2026 Gunakan ETLE, Drone, dan Body Cam untuk Pantau Arus Mudik
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Antisipasi Lonjakan Urbanisasi, Pemkot Surabaya Gelar Operasi Yustisi Pascalebaran
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Kebutuhan Mobil Komersial Kian Tinggi, Wuling Tawarkan ICE dan EV
• 8 jam lalumedcom.id
thumb
Ada Lagi Polisi Berkasus Narkoba Dapat Jatah Bandar, Proses Pidana Dinanti
• 21 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.