Kebutuhan Mobil Komersial Kian Tinggi, Wuling Tawarkan ICE dan EV

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta - Kebutuhan akan kendaraan komersial ringan atau light commercial vehicle (LCV) di Indonesia, tak kalah penting dalam pasar otomotif nasional. Namun untuk mendapatkan pilihan yang fleksibel dalam satu merek yaitu versi mobil berbahan bakar dan kendaraan listrik, tentu sangat sulit.
 
Sadar akan ragam kebutuhan tersebut, Wuling Motors pun memberikan pilihan yang lebih lebar kepada para pebisnis pemula atau profesional dengan kendaraan komersial dengan dua platform, yaitu mobil komersial berbahan bakar bensin yaitu Formo Max dan berbasis baterai EV dengan Mitra EV.
 
Marketing Director Wuling Motors, Ricky Christian mengatakan dalam pernyataan resminya, bahwa mereka menganggap industri otomotif di Indonesia mampu untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial. Meski ada permintaan spesifikasi tertentu yang butuh waktu dan pembicaraan lebih lanjut untuk proses produksinya.

"Mobil produksi dalam negeri tentunya memberikan multiplier effect yang positif. Hal tersebut karena saat ini sudah terdapat beberapa pabrikan otomotif di dalam negeri yang juga meniagakan segmen komersial ringan. Sudah memiliki rantai pasok dan jaringan pelayanan serta didukung tenaga kerja lokal yang kompeten,” ujar Ricky. Baca Juga:
Audi Siapkan Bengkel Siaga Jelang Mudik Lebaran 2026
Menyoroti soal isu kebutuhan khusus untuk mobil komersial, Ricky menegaskan bahwa Industri otomotif Indonesia memiliki kapasitas untuk memenuhi permintaan kendaraan komersial ringan sekaligus memberikan dampak ekonomi yang positif.
 
Mobil Komersial Berbahan Bakar
Wuling Formo Max adalah kendaraan niaga (pick-up) ringan yang dirancang untuk mendukung produktivitas usaha dengan keunggulan. Mobil ini memiliki kabin luas, mesin dengan kapasitas 1.500 cc (98 HP, torsi 140 Nm) dan bak muatan besar (2.695 mm x 1.725 mm) yang dapat dibuka dari tiga sisi.
 
Mobil ini menawarkan kenyamanan seperti mobil penumpang (AC, EPS, Power Window) dan keamanan (ABS+EBD). Dengan konfigurasi penggerak depan, mobil ini dianggap punya kemampuan yang lebih baik dari sisi efisiensi.
 
Mobil Komersial Berbasis Baterai
Selain berbasis bahan bakar, merek asal Tiongkok itu juga punya mobil komersial berbasis baterai dengan nama Mitra EV. Mobil ini mendukung efisiensi biaya operasional dan transisi bisnis yang berkelanjutan. Pastinya jadi alternatif mobilitas tanpa emisi untuk logistik perkotaan. Baca Juga:
Polda Metro Jaya Gelar Operasi Ketupat Jaya 2026 Mulai 13–25 Maret
Wuling Mitra EV adalah van niaga listrik modern (EV Van) yang dirancang untuk efisiensi bisnis dengan kapasitas kargo besar hingga 6,5 m³ dan daya angkut yang luas. Diluncurkan di Indonesia, kendaraan ini menawarkan jangkauan hingga 400 km (CLTC), pengisian cepat 30-80% dalam 30 menit, serta tersedia dalam varian blind van dan minibus.
 
Produksi Lokal & Dukungan Tenaga Kerja
Didukung oleh fasilitas manufaktur dalam negeri, ekosistem pemasok, dan tenaga kerja lokal yang kompeten. Soal layanan purna jual dan suku cadang juga tentu tak bisa dianggap sebelah mata. Lantaran mereka telah didukung oleh jaringan layanan dan ketersediaan suku cadang di seluruh Indonesia
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Komoditas: Minyak Mentah Melonjak 9 Persen, Timah Turun Tipis
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Waka MPR Dorong Percepatan Pengesahan RUU Masyarakat Hukum Adat Jadi Undang-Undang
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Periksa Ketua-Wakil Ketua PN Depok, KY Sebut Kena OTT Saja Sudah Langgar Etik
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Kemnaker: 102.696 Orang Ikuti Program Magang Nasional sejak Oktober 2025
• 2 jam lalukompas.com
thumb
H-10 Lebaran, Lalu Lintas Tol MBZ Menuju Trans Jawa Naik 21,40%
• 20 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.