jpnn.com, JAKARTA PUSAT - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran pemerintah mulai menyiapkan langkah-langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah perkembangan situasi global, terutama di kawasan Eropa dan Timur Tengah.
Menurut dia, dinamika geopolitik tersebut berpotensi memberi dampak langsung terhadap Indonesia, khususnya pada BBM.
BACA JUGA: Konflik Timur Tengah Memanas: Pemerintah Siapkan Skenario Penyelamatan APBN
Hal itu disampaikan Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang membahas kesiapan pemerintah menghadapi IdulFitri 1447 Hijriah, di Istana Negara, pada Jumat (13/3).
“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah yang proaktif, dalam arti kita harus melakukan penghematan konsumsi BBM,” kata Prabowo.
BACA JUGA: Dewinta Pringgodani: Rencana Prabowo Jadi Mediator Konflik Iran harus Dipercepat
“Kita tidak bisa menganggap bahwa apapun terjadi kita aman, ya kita bersyukur kita aman, tapi kita tidak ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM kita,” lanjutnya.
Selain BBM, konflik geopolitik di Timur Tengah juga bisa mempengaruhi harga pangan atau makanan.
BACA JUGA: Iran Serang Pangkalan AS di Yordania, Bahrain, Kurdistan Irak
Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah telah mengamankan sektor pangan yang mendasar.
Sementara untuk sektor energi, pemerintah juga disebut menyiapkan sejumlah rencana yang akan segera dipercepat pelaksanaannya.
“Kita Alhamdulillah sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar. Masalah BBM kita sebenarnya sudah punya rencana-rencana, ini akan kita akselerasi,” ungkap dia.
Namun, Ketua Umum Partai Gerindra itu menilai pemerintah tetap harus mengambil langkah proaktif, termasuk dengan mendorong penghematan konsumsi BBM.
Dia juga menyinggung sejumlah negara yang telah mengambil langkah penghematan energi secara serius.
Sebagai contoh, kebijakan yang diambil oleh Pakistan yang dinilai telah menerapkan langkah-langkah kritis untuk menghadapi situasi energi.
“Jadi, mereka menganggap ini sudah kritis, jadi dikatakan critical measures. Seolah bahwa ini bagi mereka sudah seperti kita dulu waktu Covid,” tuturnya.
Pemerintah Pakistan disebut menerapkan berbagai kebijakan penghematan, mulai dari penerapan kerja dari rumah (work from home) hingga pengurangan hari kerja.
“Mereka melaksanakan work from home, kerja dari rumah untuk semua kantor pemerintah maupun swasta. 50 persen bekerja dari rumah, kemudian hari kerja mereka potong hanya menjadi empat hari,” tambah Prabowo. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Antisipasi Dampak Krisis Global, Prabowo Dorong Penghematan BBM dan Pertimbangkan WFH
Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




