Pesawat pengisian bahan bakar atau tanker KC-135 milik Amerika Serikat (AS) jatuh dan kapal induk USS Gerald R Ford mengalami kerusakan saat konflik terjadi di Timur Tengah. AS menepis jatuhnya pesawat tanker dan kerusakan kapal induk karena dampak serangan Iran.
Komando Pusat AS yang mengawasi operasi di Timur Tengah, mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan jatuhnya pesawat. Militer AS mengklaim pesawat ini jatuh bukan karena serangan Iran.
Dilansir Aljazeera, Jumat (13/3), dalam pengumuman itu juga disebutkan saat ini mereka sedang melakukan upaya penyelamatan terhadap awak kapal. Tidak ada indikasi langsung apakah ada korban jiwa atau selamat.
"Komando Pusat AS mengetahui hilangnya pesawat pengisian bahan bakar KC-135 AS," kata pernyataan itu.
"Insiden tersebut terjadi di wilayah udara sekutu selama Operasi Epic Fury, dan upaya penyelamatan sedang berlangsung," imbuhnya.
Kecelakaan itu diduga melibatkan dua pesawat, kemungkinan bertabrakan atau melakukan manuver jarak dekat. Pesawat kedua, katanya, 'mendarat dengan selamat'. Mereka juga menyebut pesawat itu jatuh bukan karena serangan Iran.
"Ini bukan karena tembakan musuh atau tembakan sekutu," tambah pernyataan itu.
(rfs/lir)





