Purbaya Jekaskan ke Prabowo soal Kritik Rupiah Hancur: Daya Tahan Kita Bagus

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah tudingan sejumlah pihak yang menyebut nilai tukar rupiah hancur lebur akibat eskalasi ketidakpastian global saat ini pascakonflik di Timur Tengah.

Purbaya menyindir pihak-pihak yang kerap mengkritik pelemahan rupiah tersebut sebagai kelompok yang tidak memiliki modal riil di pasar. Menurutnya, depresiasi rupiah sangat terbatas.

"Ada yang bilang rupiah hancur. Tapi kalau kita lihat betul, Pak [Presiden], sejak perang itu rupiah hanya terdepresiasi sebesar 0,3%. Jadi sebetulnya daya tahan kita bagus," ungkap Purbaya saat memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/3/2026).

Lebih lanjut, mantan ekonom Danareksa itu menegaskan bahwa para pelaku pasar riil dan investor pemegang modal justru memiliki pandangan yang positif terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, berbanding terbalik dengan pandangan para pengkritik.

"Yang riil, pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini [fundamental bagus]. Tapi yang enggak punya duit kali, Pak, jelek-jelekin, Pak," cetusnya.

Indikator Kepercayaan Asing

Untuk memperkuat argumennya, otoritas fiskal memaparkan sejumlah indikator di pasar keuangan. Pertama, instrumen pelindung nilai risiko gagal bayar atau Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor 5 tahun terpantau masih dalam posisi yang relatif stabil.

Baca Juga

  • Purbaya Lapor ke Prabowo: Asing Masih Percaya Ekonomi RI
  • Di Depan Prabowo, Purbaya Pastikan Ekonomi RI Tak Seburuk Analisis Ekonom
  • Purbaya Bantah Ekonomi RI di Ambang Resesi: Jauh dari Kata Morat-Marit!

Kedua, selisih imbal hasil (yield spread) antara Surat Berharga Negara (SBN) dengan obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tidak mengalami lonjakan berarti. Purbaya mencatat, pada Januari 2025 spread berada di level 240 basis points (bps), dan saat ini hanya bergeser tipis ke 243 bps.

"Naiknya hanya terbatas 3 basis poin. Artinya, asing masih percaya ke kita. Yang pengamat domestik saja yang enggak percaya, Pak," tekannya.

Ketiga, indikator pergerakan aliran modal (capital flow). Purbaya mengakui bahwa terjadi fluktuasi aliran modal asing sejak November dan Desember tahun lalu.

Kendati demikian, catatannya, sepanjang tahun ini masih terjadi net inflow (masuk bersih). Berdasarkan data transaksi hingga pertengahan Maret 2026, aliran modal keluar (outflow) di pasar SBN tercatat hanya sebesar Rp0,7 triliun.

Purbaya menjelaskan outflow SBN tersebut berhasil dikompensasi oleh aliran modal masuk (inflow) ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp2,2 triliun dan pasar saham sebesar Rp2,2 triliun.

"Jadi setelah goncang-goncang, di bulan Maret sepertinya masih masuk ke sini, Pak. Artinya apa? Mereka [investor] percaya betul bahwa fondasi kita bagus. Ini kalau investor yang asli seperti ini, Pak, karena mereka menaruh uang," jelas Purbaya.

Lebih lanjut, bendahara negara itu memastikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Keuangan akan terus melakukan sinergi dan koordinasi bauran kebijakan fiskal dan moneter secara intensif bersama Bank Indonesia guna memitigasi risiko rambatan global ke depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas: Masih Ada Truk Over Dimensi Terdeteksi CCTV di Tol, Terancam Sanksi
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Paradoks Penyiaran: Mengajar Etika di Kelas, Menonton Makian di Layar Kaca
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kawal Mudik, Posko Terpadu Bandara Djalaluddin Gorontalo Siaga Hingga 30 Maret
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Selat Hormuz Lumpuh, 2 Negara Ini Kebal berkat Energi Terbarukan
• 23 jam laluviva.co.id
thumb
KontraS Sumut Kecam Tindakan Brutal Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Desak Kapolri Usut Aktor Intelektual
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.