Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta kasus penyiraman air keras ini diusut tuntas.
"Saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang," ujar Sahroni kepada wartawan, Jumat (13/3/2026).
Menurut Sahroni, aksi penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS tersebut sangat tak baik bagi demokrasi. Terlebih bila dihubung-hubungkan dengan aktivitas korban sebelumnya.
"Teror seperti ini sangat tidak baik bagi iklim demokrasi kita. Apalagi jika nanti motifnya berkaitan dengan aktivitas korban," jelasnya.
Peristiwa penyiraman air keras ini diduga terjadi pada Kamis (12/3) sekitar pukul 23.30 WIB di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan atas dugaan tindak pidana penganiayaan berat.
Penyidik saat ini tengah melakukan serangkaian langkah penyelidikan, termasuk pengecekan tempat kejadian perkara dan pengumpulan alat bukti digital seperti rekaman kamera pengawas (CCTV). Sejauh ini, dua orang saksi telah dimintai keterangan dan jumlah tersebut dimungkinkan bertambah seiring pendalaman kasus.
Kondisi Andrie Yunus saat ini mengenaskan. Ia mengalami luka bakar di wajah, dada, dan tangan.
(isa/idn)





