Teka-teki Penyiram Air Keras Aktivis KontraS

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, disiram air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di kawasan Jakarta Pusat pada Kamis (12/3) malam.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, Andrie baru menghadiri acara podcast bertajuk "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia" di kantor YLBHI.

"Andrie telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh OTK yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata," kata Dimas dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (13/3).

Berdasarkan informasi yang dihimpun KontraS, peristiwa bermula saat Andrie sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I–Talang.

Tiba-tiba, dua pelaku yang berboncengan motor matik - diduga Honda Beat - datang dari arah berlawanan.

"Pelaku merupakan dua orang laki-laki yang beroperasi menggunakan satu motor, masing-masing berperan sebagai pengemudi dan penumpang," tutur Dimas.

Ciri-ciri pelaku yang teridentifikasi: pelaku pertama (pengemudi) mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap diduga jeans, dan helm hitam. Sementara pelaku kedua (penumpang) menggunakan masker penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru berbahan jeans yang dilipat pendek.

"Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh. Akibat serangan itu, korban langsung berteriak kesakitan hingga menjatuhkan motornya," jelas Dimas.

Kapolri Beri Atensi Khusus

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi khusus terhadap kejadian ini.

"Dalam kesempatan ini yang perlu kami sampaikan bahwa Bapak Kapolri selaku pimpinan Polri telah memberikan atensi khusus terhadap penanganan dan pengungkapan kasus ini," kata Johnny kepada wartawan di Jakarta, Jumat (13/3).

Johnny Eddizon Isir mengatakan penyidik sudah melakukan sejumlah langkah dalam mengusut kasus ini. Mulai dari olah tempat kejadian perkara hingga membuat laporkan model A. Laporan model A adalah laporan yang dibuat oleh polisi karena belum ada laporan resmi dari korban.

"Polri telah melakukan langkah-langkah, khususnya penanganan tempat kejadian perkara, demikian juga beberapa rangkaian tindakan penyelidikan yang didasari kepada Laporan Polisi Model A Nomor 222/III/2026/Satreskrim/Restro Jakarta Pusat/Polda Metro Jaya tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat, sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP," kata Johnny.

Penanganan kasus ini ditangani Polres Jakarta Pusat dengan dibantu Polda Metro Jaya. Bareskrim Mabes Polri juga membackup.

Silakan Beri Informasi

Karena masih awal, polisi membutuhkan banyak informasi terkait kasus ini. Mereka juga akan melindungi siapa pun pemberi informasi kepada kepolisian.

"Kami harapkan kepada seluruh warga masyarakat, khususnya yang mengetahui rangkaian peristiwa ini dapat membantu memberikan informasi kepada Polri, khususnya penyidik. Kami pastikan warga yang memberikan informasi tetap kita berikan perlindungan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Johny Eddison Isir, kepada wartawan, Jumat (13/3).

Komisi III Minta Dalangnya Diusut

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni menyayangkan insiden seperti ini masih terjadi di 2026. Menurutnya, ini tidak baik bagi demokrasi.

“Teror seperti ini sangat tidak baik bagi iklim demokrasi kita. Apalagi jika nanti motifnya berkaitan dengan aktivitas korban," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (13/3).

Bendahara Umum NasDem ini mendorong Polri segera mengusut kasus ini. Dalang dan motif penyerangan harus diungkap.

"Maka saya minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas siapa pelaku dan dalang di balik penyerangan ini, ungkap motifnya secara terang," kata Sahroni.

Sementara anggota Komisi III Soedeson Tandra menilai, masalah ini memang harus diusut. Ini bukan soal KontraS tetapi keselamatan warga.

"Harus diusut. Kami minta pihak kepolisian untuk mengusut siapa pun orangnya, bukan masalah aktivis KontraS, tapi itu kan jelas menyerang keselamatan dari warga negara, ya. Pihak yang berwajib harus mengusut dan mengungkap ini seterang-terangnya gitu ya, dan menangkap pelakunya," kata Tandra.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral! Suami Gerebek Istri di Kamar Kos, Pengakuan Mengejutkan Heni Anjarwati Bikin Netizen Geram
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Bandara Kualanamu Siap Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026, 443 Ribu Penumpang Diproyeksikan Melintas
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ajak Warga Ikut Bongkar Pelaku Teror Air Keras Aktivis KontraS, Polri: Identitas Kami Lindungi
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Polda Banten Sekat Arus Mudik 2026 di Pelabuhan Merak
• 18 jam lalurepublika.co.id
thumb
Tanpa Disadari, Kalimat Ini Bikin Anak Enggan Curhat ke Orang Tua
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.