Kemlu RI Intensifkan Diplomasi dengan Iran Demi Keselamatan Kapal di Selat Hormuz

suarasurabaya.net
7 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI (KBRI) di Teheran terus melakukan pendekatan diplomatik yang intensif dengan otoritas Iran, guna memastikan kapal Indonesia dapat melewati Selat Hormuz dengan aman.

“Dubes kita di Teheran terus berkomunikasi dengan pemerintahan Iran dan otoritas terkait mengenai hal ini. Kita akan terus dorong pendekatan diplomatik yang intensif terkait isu spesifik ini karena ini merupakan isu yang krusial untuk kita,” ujar Yvonne Mewengkang juru bicara Kemlu RI dalam taklimat media Kemlu di Jakarta, Jumat (13/3/2026) yang dikutip Antara.

Untuk diketahui, Iran menutup jalur laut di Selat Hormuz sebagai pembalasan setelah Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang mereka pada 28 Februari lalu. Imbas penutupan Selat Hormuz tersebut mengakibatkan naiknya harga minyak dunia.

Pada kesempatan yang sama, Nabyl A. Mulachela juru bicara Kemlu RI lainnya, mengatakan bahwa dengan terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru, Indonesia berharap perdamaian tercipta.

“Harapan kita adalah agar fokus kita bisa mengupayakan terciptanya perdamaian segera,” ujar Nabyl.

Dia juga mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia berusaha untuk berimbang dalam melakukan berbagai upaya guna mencapai de-eskalasi situasi di kawasan Timur Tengah.

“Apa pun yang dihasilkan itu tujuannya adalah untuk de-eskalasi, mengurangi konflik, dan kembali ke jalur diplomasi,” kata Nabyl seraya menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia terus mengupayakan agar kepentingan nasional juga dapat tercapai.

Sebelumnya, Iran diserang oleh AS dan Israel pada 28 Februari yang membuat Ayatollah Ali Khamenei pemimpin tertinggi Iran, ratusan siswi, serta pejabat tinggi Iran lainnya meninggal dunia.

Iran pun melakukan serangan balasan dengan menyerang aset-aset militer AS yang ditempatkan di negara-negara di kawasan Timur Tengah dan secara efektif menutup jalur air Selat Hormuz.

Pada Rabu (11/3/2026) lalu, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi nomor 2817 yang mengutuk ‘serangan keji’ Iran terhadap negara-negara tetangga di tengah meningkatnya kekerasan di Timur Tengah.

Berdasarkan isi resolusi tersebut, Dewan mengutuk “dengan sekeras-kerasnya” serangan Iran terhadap Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Yordania dan menegaskan kembali dukungan kuatnya terhadap kedaulatan, integritas teritorial, dan kemerdekaan politik negara-negara tersebut.

Pernyataan itu secara khusus mengutuk serangan Iran terhadap daerah permukiman dan objek sipil – menuntut penghentian segera – serta menuntut agar Teheran menghentikan ancaman, provokasi, dan tindakan yang bertujuan untuk mengganggu perdagangan maritim, serta dukungan kepada kelompok proksi di seluruh wilayah. (ant/bil/faz)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Biro Perjalanan Catat 2 Pendaftar Haji Khusus di Event BSI Fest Makassar
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Dokter Kamelia Pastikan Ammar Zoni Bantah Kirimkan Surat soal Putus Hubungan
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri Imipas Izinkan WNA Terdampak Perang Iran Overstay di Bali
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Menteri LH panggil pengelola rest area yang tak perbaiki kelola sampah
• 49 menit laluantaranews.com
thumb
Gara-gara Kalah Judol Rp 50 Juta, Pemuda di Bali Bunuh Diri
• 6 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.