TABLOIDBINTANG.COM - Film drama keluarga "Jangan Buang Ibu" menghadirkan kisah menyentuh tentang hubungan orang tua dan anak yang sarat emosi. Film produksi Leo Pictures ini diperkuat oleh sejumlah aktor populer, di antaranya Amanda Manopo.
Amanda Manopo menghadapi tantangan tersendiri saat proses produksi berlangsung. Saat menjalani syuting film ini, ia tengah berada dalam kondisi hamil muda, tepatnya pada trimester pertama.
"Challenge-nya aku di film ini itu aku posisinya lagi hamil. Lagi hamil waktu itu dan masih trimester pertama. Jadi aku juga takut kalau syuting drama terus emosional, takut baby-nya kenapa-kenapa,” kata Amanda.
Meski begitu, ia merasa terbantu dengan dukungan dari seluruh tim produksi yang membuat proses syuting berjalan lebih nyaman.
Dalam cerita film, Amanda memerankan anak kedua dari tiga bersaudara sekaligus satu-satunya anak perempuan di keluarganya. Karakter tersebut membuatnya harus menjadi penengah di antara saudara-saudaranya.
“Aku anak kedua dari tiga bersaudara dan satu-satunya perempuan. Jadi di film ini aku mencoba jadi penengah, jadi pendengar, dan lebih vokal menyampaikan sesuatu ke kakak dan adik,” tuturnya.
Produser Agung Saputra menjelaskan bahwa film ini dibuat dengan tujuan menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya keluarga, terutama peran seorang ibu dalam kehidupan rumah tangga.
“Yang sangat sayang sama keluarga. Jadi, kalau bikin tema keluarga itu kayak ada sesuatu yang pengin disampaikan kepada penonton Indonesia. Karena ibu adalah rumah, rumah adalah segalanya. Jadi biar anak-anak kembali mengingat bahwa ibu adalah segalanya untuk kehidupan kita baik dulu, masa kini, atau masa nanti,” ujar Agung Saputra.
Film Jangan Buang Ibu mengangkat kisah Ristiana, seorang ibu tunggal yang harus membesarkan tiga anaknya seorang diri setelah sang suami meninggal dunia. Ia menjalani hidup penuh pengorbanan demi masa depan anak-anaknya.
Namun ketika memasuki usia senja, Ristiana justru dihadapkan pada kenyataan pahit. Anak-anak yang dahulu ia besarkan malah menjauh dan akhirnya menitipkannya di panti jompo. Kisah ini menggambarkan luka batin dan kesepian seorang ibu yang merindukan kehangatan keluarganya.
Selain Amanda Manopo, film ini juga dibintangi Nirina Zubir, Refal Hady, Dwi Sasono, Saskia Chadwick, Mpok Atiek, Saputra Kori, dan Basmalah Gralind.




