FAJAR, JAKARTA – Publik dihebohkan dengan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di Jakarta Pusat. Siapa sebenarnya Wakil Koordinator Eksternal KontraS itu? Punya masalah apa?
Andrie Yunus merupakan sosok aktivis yang dikenal vokal dalam menyuarakan isu hak asasi manusia di Indonesia. Sebelum memangku jabatan di KontraS sejak 2022, ia adalah advokat tangguh di LBH Jakarta selama tiga tahun.
Ia adalah lulusan Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera yang fokus pada isu persamaan hak di mata hukum. Sepanjang kariernya, Andrie konsisten mengawal kasus pelanggaran HAM dan isu reformasi sektor keamanan negara. Dedikasinya pada keadilan sosial menjadikan namanya cukup dikenal di kalangan masyarakat sipil.
Kritis terhadap Isu Revisi UU TNI
Aktivitas advokasi Andrie sering bersinggungan dengan kebijakan negara yang dianggap berpotensi mengekang kebebasan sipil. Salah satu aksi yang paling diingat publik adalah penolakannya terhadap wacana revisi Undang-Undang TNI pada tahun 2025.
Saat itu, ia memprotes keras rapat tertutup pembahasan RUU yang dinilai berpotensi mengembalikan praktik dwifungsi militer. Andrie secara berani menyuarakan penolakan di depan ruang rapat karena prosesnya dilakukan secara diam-diam.
Keberaniannya menyuarakan isu ini diduga menjadi salah satu latar belakang mengapa ia kerap mendapat sorotan.
Kronologi Serangan di Jalan Salemba
Insiden memilukan terjadi pada Kamis malam, 12 Maret 2026, usai Andrie mengisi acara siniar di kantor YLBHI. Saat melintas di kawasan Jalan Salemba I menggunakan motor, ia dipepet oleh dua orang tak dikenal.
Pelaku dengan cepat menyiramkan cairan kimia berbahaya yang mengakibatkan luka bakar serius pada tubuh korban. Andrie sempat berteriak minta tolong sebelum warga sekitar mencoba memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian.
Pelaku sendiri berhasil melarikan diri dengan kecepatan tinggi setelah melakukan aksi kriminal tersebut.
Munculnya Sosok Misterius di Lokasi
Proses evakuasi Andrie diwarnai dengan kejanggalan munculnya seorang pria asing berkepala pelontos. Pria tersebut tampak mengenali identitas korban dan langsung bertanya apakah ia berasal dari KontraS atau LBH.
Keterangan ini disampaikan oleh Dimas Bagus Arya selaku Koordinator Badan Pekerja KontraS kepada awak media. Pihak lembaga saat ini masih berusaha menelusuri motif dan identitas pria tersebut untuk membantu penyidikan. Kehadirannya di lokasi kejadian menjadi petunjuk penting yang sedang didalami oleh tim penyelidik.
Perawatan Intensif Tim Dokter Spesialis
Kini, Andrie Yunus menjalani perawatan medis yang sangat intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Ia ditangani langsung oleh tim medis yang terdiri dari enam dokter spesialis dengan keahlian berbeda.
Mulai dari ahli mata, THT, saraf, hingga bedah kulit dikerahkan untuk mengatasi luka bakar 24 persen pada tubuhnya. Andrie dilaporkan harus menjalani operasi cangkok jaringan pada bagian mata dengan prosedur bius lokal.
Masyarakat luas terus memberikan dukungan serta mendesak aparat segera menangkap pelaku penyiraman ini. (*)





