JAKARTA, KOMPAS.com — Proses evakuasi truk yang terguling di pinggir Jalan KH Abdullah Syafii arah Casablanca, Tebet, Jakarta Selatan, belum rampung hingga Sabtu (14/3/2026) siang.
Petugas berencana melanjutkan proses evakuasi pada malam hari karena kendaraan yang terlibat memiliki ukuran besar dan penanganannya harus dilakukan secara bertahap.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Selatan Bernard Pasaribu mengatakan, evakuasi akan kembali dilakukan pada malam ini.
Baca juga: Crane Proyek Jatuh di Tebet, Warga Sebut Getarannya Seperti Gempa
“Iya, nanti malam akan kami lanjutkan kembali karena belum beres,” kata Bernard dihubungi Kompas.com, Sabtu.
Menurut Bernard, evakuasi tidak bisa dilakukan sekaligus karena ukuran kendaraan dan peralatan proyek yang cukup besar.
Pada proses evakuasi yang dilakukan malam sebelumnya, petugas terlebih dahulu memotong bagian crane dari badan truk untuk memudahkan penanganan.
“Betul, (evakuasi) bertahap,” ujar dia.
Kapolsek Tebet AKP Iwan Gunawan menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan evakuasi selanjutnya akan difokuskan pada badan truk yang masih berada di lokasi.
“Semalam baru crane-nya, waktunya enggak keburu, untuk truk paling nanti malam,” kata Iwan dihubungi terpisah.
Selama proses evakuasi berlangsung, Suku Dinas Perhubungan dan Satpol PP Jakarta Selatan menurunkan personel untuk mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi karena sebagian badan jalan mengalami penyempitan.
Baca juga: Truk Crane Terguling di Tebet Tak Kunjung Dievakuasi, Macet Parah Arah Casablanca
Pantauan di lapangan, banyak pengendara yang melambatkan kendaraan saat melintas di lokasi kejadian. Sebagian dari mereka bahkan menoleh ke arah truk yang masih tergeletak di pinggir jalan.
“Waduh….” kata warga.
“Ini yang kemaren bukan sih?” kata pengendara yang melintas.
“Masih begini saja…” keluh pengendara lain.
Sebelumnya diberitakan, sebuah truk terbaring di pinggir Jalan KH Abdullah Syafii, Tebet, Jakarta Selatan, sehingga menyebabkan kepadatan lalu lintas pada Jumat (13/3/2026) pagi.
Kasat Lantas Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan truk tersebut terjatuh dalam kecelakaan proyek yang terjadi pada malam sebelumnya.
Evakuasi belum dapat dilakukan segera karena jalan di lokasi cukup ramai dilalui kendaraan. Selain itu, proses evakuasi membutuhkan alat berat mengingat ukuran truk yang besar.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




